kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Akhirnya, DSSA dirikan anak perusahaan baru


Kamis, 25 Agustus 2011 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. Petugas Pertamina MOR IV DPPU Adi Soemarmo melakukan pengisian avtur ke sebuah pesawat udara di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bersama anak usahanya yaitu PT Golden Energy Mines (GEMS) akhirnya mendirikan anak perusahaan baru bernama PT DSSP Power Sumsel (DSSP). Akta pendirian DSSP sudah ditandatangi tanggal 23 Agustus 2011 kemarin. Porsi kepemilikan antara DSSA dan GEMS masing-masing sebesar 95% dan 5%.

DSSP adalah special purpose company (SPC) yang dibentuk sebagai tindak lanjut dari ditunjukknya konsorsium DSSA oleh PT PLN dalam tender proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatera Selatan (Sumsel) 5 yang berkapasitas 2 x 150 megawatt (MW). "DSSP akan menjadi operator pembangunan proyek itu," jelas Sekretaris Perusahaan, Hermawan Tarjono kepada KONTAN, Kamis (25/8).

Proyek PLTU Mulut Tambang itu sendiri rencananya baru mulai dibangun pada tahun 2012. Konsorsium menargetkan proyek itu bisa rampung sekaligus bisa mulai beroperasi mulai tahun 2015 mendatang.

Meski sudah membentuk DSSP, konsorsium masih belum mendapatkan kepastian sumber pembiayaan proyek itu yang ditaksir sebanyak US$ 400 juta. Hermawan bilang, Perseroan belum terlalu risau atas kondisi itu karena masih memiliki waktu kurang lebih setahun untuk mencari sumber dana tersebut.

DSSA sendiri sedang mencari pinjaman dari perbankan China dengan memanfaatkan koneksi beberapa perusahaan di sana. Dengan strategi seperti ini, perseroan berharap bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.

Namun, Hermawan menekankan, perseroan tidak hanya fokus mencari sumber pembiayaan dari China saja. DSSA juga getol menjajaki pinjaman dari perbankan dalam negeri. "Pokoknya, kita bisa mengambil dana baik dari China maupun dari perbankan dalam negeri," imbuh Hermawan.

Sementara itu, dari sisi kinerja, DSSA menargetkan dapat mencetak pendapatan usaha 50% lebih tinggi ketimbang pendapatan tahun 2010 yang sebesar US$ 364,14 juta. Perseroan optimis dapat mencapai target ini. Pasalnya, pada semester I-2011, Perseroan sudah mencetak laba US$ 263 juta. "Segmen pertambangan dan batubara bakal menjadi penopang pendapatan kami," tandas Hermawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×