kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akankah ANTV jatuh ke pangkuan MNC?


Rabu, 19 Juni 2013 / 17:13 WIB
Drama Korea romantis Now, We Are Breaking Up tamat, salah satu drakor rating tertinggi di minggu pertama bulan Januari tahun 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Konglomerasi media Indonesia, MNC Group akan mengeluarkan keputusan terkait rencana pembelian stasiun televisi ANTV akhir bulan ini. Perlu diketahui, stasiun televisi ANTV merupakan milik dari Bakrie grup, yakni PT Visi Media Asia (VIVA).

Direktur Group MNC, David Fernando Audy menegaskan, perusahaan kini sedang melakukan pembicaraan dengan VIVA, dan mereka berharap pembicaraan bisa menghasilkan kesepakatan pada akhir bulan Juni ini.

Menurut sumber Reuters, MNC akan membayar US$ 500 juta dalam kesepakatan pembelian tersebut. "Prinsipnya sudah ada kesepakatan, hanya butuh beberapa rincian lagi," kata salah satu sumber tersebut.

Hasil penjualan stasiun televisi tersebut, akan membantu posisi politik keluarga Bakrie untuk membiayai kembali aset perusahaan Bumi Plc setelah gagal joint-venture dengan pemodal Inggris, Nat Rothschild.

Sumber bilang, Bakrie mulanya ingin menjual Visi Media, tetapi akhirnya keputusan penjualan hanya dilakukan untuk menjual PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) saja.

Sementara itu stasiun televisi TVOne tetap dipertahankan VIVA, karena pihaknya bisa kontrol berita 24 jam. Sebab, Aburizal Bakrie akan maju dalam pemilihan presiden tahun depan. Sumber menolak disebutkan namanya karena rincian belum diumumkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×