kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.892   10,00   0,06%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

AirAsia Indonesia (CMPP) menderita kerugian Rp 345 miliar pada kuartal I 2020


Minggu, 30 Agustus 2020 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah armada pesawat AirAsia terparkir di Apron Terminal 1D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (5/5/2020). PT AirAsia Indonesia Tbk berencana kembali membuka penerbangan mulai 18 Mei 2020 setelah sebelumnya menutup penerbangan berjadwal


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi aset, CMPP mengantongi total aset senilai Rp 7,26 triliun per akhir Maret 2020, nilai tersebut melesat 178% jika dibandingkan dengan total aset pada akhir tahun lalu Rp 2,61 triliun.

Indah Permatasari Saugi, Head of Corporate Secretary, CMPP mengatakan, kenaikan aset ini disebabkan oleh peningkatan pada pos aset tetap sebagai dampak dari penerapan PSAK 73 atas sewa operasi pesawat yang diakui pada laporan posisi keuangan.

Baca Juga: Pemerintah negara bagian Penang Malaysia menghentikan kedatangan turis medis

Pada pos liabilitas juga tercatat sebesar Rp 8,19 triliun pada akhir Maret 2020 atau 240% lebih tinggi dibanding total liabilidi periode Desember 2020 yang sebesar Rp 2,41 triliun.

"Kenaikan total liabilitas itu karena adanya peningkatan pada pos kewajiban sewa pembiayaan atas penerapan PSAK 73 dan peningkatan pada instrument derivative di tahun 2020," ujarnya dalam keterbukaan informasi pada Sabtu (29/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×