kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.066   -11,00   -0,06%
  • IDX 5.625   -214,84   -3,68%
  • KOMPAS100 743   -28,90   -3,75%
  • LQ45 561   -19,51   -3,36%
  • ISSI 196   -6,97   -3,43%
  • IDX30 318   -10,27   -3,13%
  • IDXHIDIV20 394   -12,61   -3,10%
  • IDX80 85   -2,82   -3,23%
  • IDXV30 108   -3,82   -3,43%
  • IDXQ30 103   -3,28   -3,09%

AirAsia Indonesia (CMPP) menderita kerugian Rp 345 miliar pada kuartal I 2020


Minggu, 30 Agustus 2020 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah armada pesawat AirAsia terparkir di Apron Terminal 1D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (5/5/2020). PT AirAsia Indonesia Tbk berencana kembali membuka penerbangan mulai 18 Mei 2020 setelah sebelumnya menutup penerbangan berjadwal


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi aset, CMPP mengantongi total aset senilai Rp 7,26 triliun per akhir Maret 2020, nilai tersebut melesat 178% jika dibandingkan dengan total aset pada akhir tahun lalu Rp 2,61 triliun.

Indah Permatasari Saugi, Head of Corporate Secretary, CMPP mengatakan, kenaikan aset ini disebabkan oleh peningkatan pada pos aset tetap sebagai dampak dari penerapan PSAK 73 atas sewa operasi pesawat yang diakui pada laporan posisi keuangan.

Baca Juga: Pemerintah negara bagian Penang Malaysia menghentikan kedatangan turis medis

Pada pos liabilitas juga tercatat sebesar Rp 8,19 triliun pada akhir Maret 2020 atau 240% lebih tinggi dibanding total liabilidi periode Desember 2020 yang sebesar Rp 2,41 triliun.

"Kenaikan total liabilitas itu karena adanya peningkatan pada pos kewajiban sewa pembiayaan atas penerapan PSAK 73 dan peningkatan pada instrument derivative di tahun 2020," ujarnya dalam keterbukaan informasi pada Sabtu (29/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×