kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Agung Podomoro Land (APLN) pangkas target marketing sales tahun 2020


Selasa, 25 Agustus 2020 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung melihat maket kota mandiri dan satelit baru Kota Podomoro Tenjo saat peluncuran di Jakarta, Senin (17/8/2020). Agung Podomoro Group resmi memperkenalkan Kota Podomoro Tenjo yang merupakan proyek baru dengan total lahan sekitar 700 hektare (ha).


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Direktur Keuangan Agung Podomoro Land Cesar Manikan Dela Cruz, menambahkan, saat ini permintaan pasar didominasi oleh rumah tapak, sehingga di semester dua ini diprediksi rumah tapak akan memberikan kontribusi paling besar.

"Kita melihat di semester kedua ini rumah tapak yang mendominasi kontribusi," jelasnya.

APLN juga akan terus melakukan launching produk mereka. Paul menjelaskan, sebagian proyek yang tetap akan diluncurkan adalah proyek yang saat ini sedang berjalan seperti Borneo Bay Residence dan Podomoro Gold View.

Baca Juga: Agung Podomoro kenalkan Kota Podomoro Tenjo

Sedangkan produk yang saat ini dalam tahap tes pasar adalah Kota Podomoro Tenjo dan Kota Kertabumi.

Kota Podomoro Tenjo mengambil konsep transit oriented development (TOD) di atas lahan seluas 700 ha, dekat dengan KRL Jakarta-Rangkas Bitung. Sedangkan proyek di Kertabumi terdiri dari 200 unit dibangun di atas lahan seluas 5,6 ha. Kedua proyek tersebut dibanderol dengan harga Rp 200 juta ke atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×