kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

AEI dukung peningkatkan stabilitas pasar saham dengan menambah investor domestik


Rabu, 21 Agustus 2019 / 15:37 WIB
AEI dukung peningkatkan stabilitas pasar saham dengan menambah investor domestik
ILUSTRASI. Asosiasi Emiten Indonesia membuka perdagangan saham BEI

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi domestik menjadi salah satu program yang digenjot guna meningkatkan stabilitas pasar saham Indonesia. Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung dengan investasi asing. Sayangnya lebih dominannya investasi asing menganggu stabilitas pasar.

Oleh sebab itu, saat ini berbagai pihak tengah menggencarkan program pertumbuhan investor domestik guna mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Begini tanggapan asosiasi emiten Indonesia terkait rencana perluas objek pajak

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dalam Musyawarah Nasional mendukung program pertumbuhan investor domestik dengan peluncuran kerjasasama baru bersama Trimegah Sekuritas.

Dalam munasnya yang diselenggarakan, Rabu (21/8) Di Jakarta AEI menggandeng Kementerian Perindustrian dan OJK menggelar paparan terkait pentingnya pertumbuhan investor domestik dan retail guna membangun stabilitas pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam kata sambutannya menyampaikan ke depannya pertumbuhan pasar modal harus didukung oleh faktor domestik.

Ketergantungan asing menurut Hoesen bisa diatasi dengan cara menumbuhkan investor ritel domestik. OJK bahkan memiliki target untuk menambah supply emiten dan jumlah investor guna mendukung pertumbuhan investor domestik.

Saat ini, menurut pemaparan Hoesen julah total investor dari sektor saham, reksadana, dan obligasi mencapi hampir 2,1 jt investor. Dalam 2 tahun mendatang Hoesen menargetkan Indonesia akan memiliki 4 juta investor.

Baca Juga: Kementerian Keuangan dan OJK Godok Sanksi Pelanggaran KAP

Hoesen dan OJK melihat masih terdapat banyak peluang untuk meningkatkan jumlah investor didukung oleh temuan total kerugian transaksi palsu di daerah selama 7 tahun terakhir yang mencapai angka 120 Triliun.

Temuan ini menjadi salah satu optimisme bahwa sebenarnya masih terdapat potensi yang dapat digali guna meningkatkan jumlah investor.

Proses digitalisasi yang saat ini sedang digencarkan OJK juga menjadi salah satu prasarana guna mendukung pertumbuhan investor domestik kedepannya.

Ketua Umum AEI Franciscus Weilirang menegaskan target 4 juta investor tidak akan tercapai jika perkembangan digitalisasi tidak dioptimasilasi sedari sekarang.

Baca Juga: Harga saham emiten bank kecil meningkat pesat, ini rekomendasi analis

 




TERBARU

Close [X]
×