kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.795
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Adu kuat nakhoda baru Bursa Efek Indonesia

Senin, 11 Juni 2018 / 06:41 WIB

Adu kuat nakhoda baru Bursa Efek Indonesia
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak lama lagi, pergantian petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal terlaksana. Sejumlah kandidat mengaku sudah memiliki jumlah dukungan masing-masing.

Salah satunya Inarno Jayadi. Pria yang saat ini menjabat sebagai Komisaris BEI ini mengaku didukung 28 anggota bursa (AB). Hal ini diharapkan bisa menjadi modal positif bagi timnya untuk memenangi pemilihan direksi. "Sehingga market share untuk kami 30%. Padahal yang dipersyaratkan hanya 10%," jelas Inarno kepada KONTAN akhir pekan lalu, Jumat (8/6).

Laksono Widodo, Direktur Mandiri Sekuritas, beserta timnya juga mengklaim sudah mendapat dukungan dari sejumlah AB. Namun, dia belum bersedia membeberkan berapa jumlah AB yang memberikan suara. "Dukungan banyak, yang jelas Mandiri Sekuritas dukung 100%," kata Laksono.

Sebelumnya, salah satu kandidat yang juga petahana, Tito Sulistio mengaku didukung oleh 37 anggota bursa. Namun dia menolak membeberkan satu per satu anggota bursa yang mendukungnya.

Selain tiga nama tersebut, ada satu nama lain yakni Boyke Mukiat. Pria ini pernah memimpin Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. Boyke maju bersama Ignatius Girindro Sri Nirbito, Jeffry Wikarsa, Mas Mokhamad Sudarmaji, Kristian Sihar Manullang, Poltak Hotradero dan Susy Meilina.

Salah satu dari empat calon tersebut bakal bertarung untuk menjadi pemimpin BEI periode 2018-2021. Tentu masing-masing kandidat juga membawa nama timnya masing-masing untuk rekan kerja ke depan.

Inarno menggandeng Anita, Andy Salah, Johannes Liaw, Zaki Mubarak, John Tambunan, dan Justisia Tripurwasani. Adapun Tim Laksono terdiri dari beberapa nama. Mereka adalah Rudy Utomo, Nyoman, Fithri Hadi, Risa Guntoro, Arisandhi Indrodwisatio, dan Adrian Rusmana.

Sedang Tito menggandeng beberapa rekannya, yakni Edgar Ekaputra, Erna Dewayani, Alpino Kianjaya, Abdul Munim, Hasan Fawzi, dan Chaeruddin Berlian.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini masih mendalami semua paket calon nahkoda baru BEI. Itu yang menjadi alasan OJK meminta BEI untuk menunda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang seharusnya digelar pada 25 Juni 2018 menjadi 29 Juni 2019.

Direktur Utama BCA Sekuritas Mardi Susanto berpendapat, keempat calon Direksi BEI saat ini dipandang cukup profesional untuk memimpin bursa kedepan. "Semua paket memiliki keinginan yang sama. Apapun capaian positif yang sudah dilakukan Pak Tito saat ini, tinggal dikembangkan saja ke depannya," tutur Mardi.

 


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Dupla Kartini

BURSA EFEK INDONESIA / BEI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0654 || diagnostic_web = 0.3630

Close [X]
×