kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,67   -9,84   -1.07%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adi Sarana Armada (ASSA) Ekspansi ke Bisnis Cold Chain


Sabtu, 01 Juli 2023 / 07:10 WIB
Adi Sarana Armada (ASSA) Ekspansi ke Bisnis Cold Chain


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menghadapi kontraksi bisnis pada segmen kurir Anteraja, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) lakukan ekspansi di bisnis rantai logistik beku alias cold chain. 

Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk Jerry Fandy menuturkan pihaknya menyiapkan dana investasi senilai Rp56 miliar atau US$3,8 juta melalui startup Coldspace. Langkah ini sudah dilakukan pada Mei 2023 lalu.

"Ekspansi perseroan di startup Coldspace itu bertujuan untuk melengkapi end-to-end logistik di di Grup ASSA. Bisnis cold chain memiliki prospek yang cukup menjanjikan, seiring dengan peningkatan GDP masyarakat Indonesia, di mana masyarakat akan lebih concern dengan kesehatan yang meningkatkan demand makanan frozen," ujar Jerry dalam paparan publik, Rabu, (28/6). 

Baca Juga: Segmen Kurir Turun, Adi Sarana Armada (ASSA) Pasang Target Konservatif di Tahun 2023

Ia melanjutkan, beberapa produk yang dapat dikirimkan menggunakan layanan rantai pasok beku misalnya, daging, makanan laut, buah dan sayuran hingga obat-obatan. 

Tak hanya itu, pada momen Idul Adha 2023 juga berpotensi meningkatkan pengiriman daging beku melalui cold chain. Ia melihat, masih banyak peluang yang akan diraih. Tak hanya daging, pihaknya bisa mengirim makan-makanan beku.

Per kuartal I 2023, ASSA membukukan laba bersih sebesar Rp 51,83 miliar, turun 28,98% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,98 miliar.

Senada, pendapatan perseroan juga turun 25,38% YoY menjadi Rp 1,14 triliun dibanding kuartal I 2022 sebesar Rp 1,53 triliun. 
Kontribusi terbesar berasal dari segmen penyewaan kendaraan, autopool dan pengemudi sebesar 39% alias Rp 445,9 miliar, diikuti segmen express di porsi 37% atau Rp 423,0 miliar. Segmen penjualan mobil bekas menyumbang kontribusi 16% alias Rp 181,0 miliar dan logistik senilai 5% yakni sebesar Rp 57,7 miliar. 

Seiring turunnya pendapatan, beban pokok juga ikut turun 28,66 persen yoy menjadi Rp848,70 miliar. Alhasil, laba bruto terpangkas 14,14 persen yoy menjadi Rp297,60 miliar.

Baca Juga: ASLC Perkuat Ekosistem Bisnis Lelang dan Mobil Bekas dengan Siapkan Perusahaan Gadai

Secara neraca, total aset ASSA naik menjadi Rp7,3 triliun hingga 31 Maret 2023 dibanding posisi Desember 2022 sebesar Rp7,26 triliun.

Liabilitas perseroan masih stabil di kisaran Rp 4,79 triliun, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp 2,50 triliun dibanding posisi akhir 2022 sebesar Rp 2,47 triliun.

Per kuartal I 2023, ASSA mencatat jumlah armada untuk bisnis rental kendaraan konsisten meningkat mencapai kurang lebih 29.000 kendaraan.

Melalui Caroline, ASSA membuka flagship store perdana di Maret 2023. Kini pihaknya memiliki total 12 showrooms di kuartal I 2023. Pihaknya juga memperkenalkan garansi 7G+ untuk meningkatkan
kepercayaan dan kepuasan pelanggan. 

Tahun ini, ASSA, melalui Caroline memproyeksi dapat menjual sekitar 3.000-4.000 unit kendaraan bekas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×