kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adhi Karya (ADHI) Optimistis dengan Kontrak Baru & Skema Pembayaran Progress Payment


Rabu, 12 April 2023 / 17:47 WIB
Adhi Karya (ADHI) Optimistis dengan Kontrak Baru & Skema Pembayaran Progress Payment
ILUSTRASI. RUPS Tahunan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Adhi Karya (ADHI) Optimistis dengan Kontrak Baru & Skema Pembayaran Progress Payment.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) optimistis mengerjakan kontrak-kontrak yang didapatkan dengan baik. Apalagi kontrak-kontrak baru yang diperoleh menggunakan skema progress payment.

Sepanjang kuartal I 2023, Adhi Karya memperoleh kontrak baru sebesar Rp 8,9 triliun. Realisasi itu melesat 109% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 4,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto memaparkan, kontribusi terbesar diperoleh dari Proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Paket 1.2A, Proyek Tol Probowangi Paket 1, Pekerjaan Perkerasan Jalan Pertambangan Tanjung Enim, Proyek Tol Trans Sumatera (Bayung Lencir) dan SPAM Regional Wosusokas.

Baca Juga: Kuartal I 2023, Adhi Karya (ADHI) Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp 8,9 Triliun

Di tengah tren suku bunga tinggi, pihaknya optimistis pengerjaan proyek-proyek tidak akan memberatkan fundamental perseroan. 

"Skema pembayaran dari perolehan kontrak baru hingga Maret 2023 antara lain secara termin dan progress payment sehingga tidak memberatkan fundamental perusahaan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/4).

Sebagai informasi, pembayaran termin adalah skema pembayaran dengan sistem bertahap sesuai kesepakatan. Karena pembayaran dilakukan bertahap maka ada istilah termin pertama, termin kedua, dan seterusnya menyesuaikan dengan kemajuan penyelesaian proyek.

Sejalan, berdasarkan laporan keuangan kas dan setara kas ADHI membaik. Akhir 2022, perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 4,33 triliun atau tumbuh 37,46% secara tahunan (YoY). 

Baca Juga: Tak Bagi Dividen, Ini Rencana Penggunaan Laba Bersih 2022 Adhi Karya (ADHI)

Dari sisi liabilitas, ADHI juga berhasil memangkas 8,99% menjadi Rp Rp 31,16 triliun di akhir 2022. Dengan pencapaian kuartal I, perseroan kian optimis mengejar target kontrak baru hingga akhir tahun. 

"Perseroan optimis mengejar target kontrak baru sampai akhir tahun sebesar Rp 26 triliun sampai Rp 27 triliun. Proyek-proyek yang diincar antara lain proyek perkeretaapian, jalan tol, pengolahan limbah, gedung, dan proyek infrastruktur lainnya," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet Managing Customer Expectations and Dealing with Complaints

[X]
×