kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada isu pencadangan, saham perbankan masih menarik


Kamis, 02 Maret 2017 / 20:51 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sektor perbankan ramai-ramai melakukan pencadangan guna mengantisipasi kualitas kredit yang memburuk. Namun, bukan berarti hal ini merupakan sinyal negatif untuk performa saham perbankan ke depannya.

Haryajid Ramelan, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia menjelaskan, pencadangan memang perlu dilakukan. Sebab, bank memang perlu menekan potensi kredit macet, serta fokus dalam upaya perbaikan dalam kualitas kredit.

Sehingga, saham bank, terutama bank BUMN untuk jangka panjang masih layak untuk dikoleksi. Apalagi jika mempertimbangkan sentimen bank selalu mencetak laba dan membagikan dividen setiap tahunnya. "Saham BBRI dan BMRI masih bagus," kata Haryajid, Kamis (2/3).

Joseph Pangaribuan, Senior Investment Samuel Asset Management menambahkan, prospek saham perbankan untuk jangka panjang memang masih cukup menarik. Tapi, dengan satu catatan.

Bank tetap harus lebih detail dalam melihat pertumbuhan ekonomi ke depan. Jangan sampai kucuran kredit terlalu besar padahal pertumbuhan ekonomi terutama global sedang melambat.

"Jangka panjang masih baik, tapi ekspansi tetap harus disesuaikan dengan kondisi perekonomian," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×