kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

85% Apartemen Setiabudi Skygarden laris terjual


Rabu, 23 April 2014 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. 70 link twibbon Hari AIDS Sedunia 2022.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pengembang properti PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) berhasil menjual sebagian besar proyek apartemen Setiabudi SkyGarden (SSG) hingga April ini.

Presiden Direktur JSPT Jeffri Darmadi mengatakan, pihaknya mampu menjual 85% apartemen strata title dengan dua menara (tower) yakni Sky Tower dan Garden Tower.

"Dari total 586 unit apartemen tersebut, sudah terjual hampir 500 unit yang dipasarkan sejak akhir tahun lalu," tuturnya usai Toping Off Apartemen SSG, Rabu (23/4).

Adapun, pembeli apartemen itu umumnya merupakan investor lokal yang melakukan pembelian dengan tunai bertahap dan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Sementara dengan KPR hanya sekitar 7%. Harga satu unit apartemen berkisar Rp 6 miliar - Rp 7 miliar, tergantung luas per unit.

Perseroan menggandeng investor asal Jepang, yakni Tokyu Land Corporation, Shimizu Corporation, dan Frasers Hospitality untuk pembangunan dan pengoperasian apartemen seluas 2,1 hektare itu.

Adapun, Tokyu Land hanya bertindak sebagai pemegang minoritas dari proyek yang bernilai US$ 100 juta ini. Jeffri memperkirakan, pembangunan rampung akhir tahun 2014 ini.

Tak hanya strata title, perseroan juga bakal mengembangkan satu tower Serviced Apartment yang terletak di sebelah dua tower strata title.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×