Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga salah satu saham emiten milik Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, mulai tren melemah pada awal tahun 2026 ini. Emiten tersebut adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Namun analis melihat, pelemahan harga saham WIFI menjadi kesempatan bagi investor untuk mulai koleksi saham tersebut.
Hashim Djojohadikusumo adalah pemegang saham pengendali utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI, alias Surge) melalui PT Investasi Sukses Bersama (ISB) dan PT Arsari Sentra Data.
Analis melihat WIFI memiliki prospek kinerja yang baik pada tahun 2026 ini. Hal itu menyusut sinergi WIFI dengan PT Pos Properti Indonesia.
Kolaborasi ini membuka akses WIFI terhadap ribuan aset properti milik Pos Indonesia yang tersebar secara nasional, sehingga mempercepat pembangunan jaringan last-mile tanpa harus memulai dari nol.
Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (21/1), IHSG Berpotensi Pullback
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, pemanfaatan aset eksisting Pos Properti mampu memangkas hambatan perizinan dan pengadaan lahan. Hal ini membuat proses deployment jaringan dapat berjalan lebih cepat, khususnya di wilayah urban dan semi-urban.
“Sinergi ini secara nyata mempercepat deployment jaringan karena WIFI tidak perlu membangun dari nol, terutama untuk infrastruktur pasif,” ujar Abdul kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Dari sisi belanja modal, kerja sama ini dinilai berpotensi menekan capex secara struktural. Efisiensi capex per home passed memberikan ruang bagi WIFI untuk mempercepat rollout jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan pelanggan secara lebih agresif pada 2026, sejalan dengan target ekspansi home passes yang telah disampaikan manajemen.
Percepatan operasional jaringan tersebut diperkirakan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Abdul memproyeksikan pertumbuhan pendapatan WIFI akan ditopang oleh peningkatan basis pelanggan serta karakter pendapatan berulang (recurring income) dari layanan fixed broadband.
Tonton: Balas Trump Soal Greenland, UE Siapkan Tarif Balasan Rp 1,8 Kuadriliun
Di sisi lain, efisiensi biaya sewa dan infrastruktur berpotensi mendorong perbaikan margin EBITDA secara bertahap, seiring meningkatnya utilisasi jaringan. Struktur biaya yang lebih ramping juga memperkuat leverage operasional, di mana setiap tambahan pelanggan dapat memberikan kontribusi margin yang lebih besar.
Dengan kombinasi percepatan ekspansi, efisiensi biaya, dan potensi peningkatan profitabilitas, prospek jangka menengah WIFI dinilai tetap solid.
Dari sisi valuasi, Abdul menilai saham WIFI masih cukup menarik. “Potensi pertumbuhan tersebut dapat mendorong penyesuaian valuasi ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Atas dasar tersebut, Kiwoom Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy untuk saham WIFI dengan target harga Rp 3.630 per saham.
Harga saham WIFI pada perdagangan Selasa 20 Januari 2026 ditutup di level 3.100 turun 50 poin atau 1,59% dibandingkan sehari sebelumnya. Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham WIFI terakumulasi turun 100 poin atau 3,13%.
Selanjutnya: Bluebird Group Gandeng Tahilalats, Ada Promo Taksi dan Aktivasi Interaktif
Menarik Dibaca: Bluebird Group Gandeng Tahilalats, Ada Promo Taksi dan Aktivasi Interaktif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













