kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

19 Emiten Masuk Jadwal Cumdate di Awal Mei 2026, Ini Tawaran Dividen yang Menarik


Minggu, 03 Mei 2026 / 17:13 WIB
19 Emiten Masuk Jadwal Cumdate di Awal Mei 2026, Ini Tawaran Dividen yang Menarik
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten dijadwalkan membagikan dividen kepada para pemegang saham dengan periode cum date yang berlangsung pada awal Mei 2026, yakni mulai Senin (4/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026).

Beberapa saham yang masuk dalam daftar tersebut antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Trisula International Tbk (TRIS), PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Selanjutnya ada PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT), PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG), PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Sekar Laut Tbk (SKLT) PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE), PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Baca Juga: Telkom (TLKM) Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Buyback Saham

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan para dividen hunter umumnya mengincar dividen gain sebagai sumber keuntungan tambahan, yang nantinya dapat kembali dioptimalkan di pasar modal.

Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka seiring kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara teknikal berada di area oversold dan secara fundamental dinilai undervalued. 

"Banyak saham dengan fundamental kuat yang saat ini diperdagangkan di bawah nilai wajarnya, sehingga menarik untuk strategi investasi jangka panjang," kata Nafan kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).

Selain itu, investor juga menantikan potensi dividen interim maupun peluang capital gain dari aksi korporasi pembagian dividen tahun buku 2026. Prospek ini didukung oleh fundamental emiten yang solid serta kinerja sektor yang relatif kondusif, sehingga berpotensi mendorong kinerja positif ke depan.

Ia mencontohkan saham AKRA yang mendapat sentimen positif saat harga minyak dunia menguat akibat dinamika geopolitik. Meski begitu, Nafan mengingatkan masih ada saham dengan likuiditas rendah, sehingga investor perlu mencermati aspek teknikal dan sebaiknya memilih saham yang likuid.

Pilihan Saham

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengungkapkan ASII masih menjadi salah satu pilihan utama bagi dividen hunter sekaligus investor jangka panjang. 

Selain menawarkan dividen yang relatif stabil, kekuatan utama ASII terletak pada diversifikasi bisnisnya, mulai dari otomotif hingga alat berat dan komoditas. Ke depan hingga akhir 2026, kinerja ASII diperkirakan tetap solid dengan dukungan harga komoditas yang masih menopang segmen alat berat, serta konsumsi domestik yang menjaga penjualan otomotif. 

"Namun, potensi perlambatan daya beli tetap menjadi risiko yang perlu dicermati," ujar Elandry.

Sementara itu, AKRA menjadi salah satu saham yang menarik karena menggabungkan yield dividen dan potensi pertumbuhan. Pendapatan berulang dari distribusi energi serta pengembangan kawasan industri JIIPE menjadi katalis utama. 

Baca Juga: Bakrie & BRothers (BNBR) Catat Pendapatan Rp 1,13 Triliun pada Kuartal I-2026

"Hingga akhir 2026, kinerja AKRA diperkirakan tetap positif, meskipun tetap sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan margin distribusi," tambahnya.

Di sisi lain, SMSM dikenal memiliki fundamental yang kuat dengan konsistensi pembagian dividen, ditopang oleh basis ekspor yang besar. Prospeknya masih positif, meski tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global.

Untuk sektor perbankan daerah, BJBR menjadi salah satu saham favorit dividen hunter karena yield yang relatif tinggi. Didukung basis nasabah daerah yang kuat, kinerja bank ini cenderung stabil. Hingga akhir 2026, pertumbuhan kredit diperkirakan tetap terjaga, meskipun risiko kualitas aset dan tekanan margin tetap perlu diperhatikan.

Elandry menyampaikan sejumlah saham dinilai menarik untuk dicermati dengan pendekatan strategi yang beragam, baik untuk jangka pendek maupun menengah. 

Untuk kategori unggulan, ASII, AKRA, dan SMSM masih direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing di kisaran Rp 6.300–Rp 6.400, Rp 1.800–Rp 2.000, serta Rp 2.000–Rp 2.200.

Di sisi lain, bagi investor yang mengincar pendapatan dividen, BJBR dan BTPN dinilai masih layak dikoleksi dengan rekomendasi hold, disertai target harga konservatif di level Rp 900 dan Rp 2.100.

Untuk strategi defensif, PRDA dan HEAL tetap menarik untuk dipertahankan dengan target harga masing-masing di kisaran Rp 2.650 dan Rp 1.300. 

Sementara itu, GOOD, TRIS, GMTD, ASJT, AMAG, dan EAST lebih sesuai untuk strategi taktis jangka pendek, dengan pergerakan yang cenderung dipengaruhi oleh sentimen dividen sehingga dapat dimanfaatkan untuk trading jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×