kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

10 Saham ini diborong asing dalam sepekan, simak rekomendasi analis berikut


Rabu, 16 September 2020 / 07:25 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) , masih ada sejumlah saham yang diborong asing dalam sepekan terakhir. Asal tahu saja, IHSG melemah 1,18% ke level 5.100,87 pada perdagangan Selasa (15/9). Dalam sepekan, IHSG sudah terkoreksi 2,73%.

Mengutip data dari RTI, dalam sepekan ini investor asing banyak menjual saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan nilai Rp 561 miliar, kemudian PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) (BFIN) Rp 33 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) 561 miliar, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 15,5 miliar, PT Galva Technologies Tbk (GLVA) 8,3 miliar, dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) dengan nilai Rp 45,6 miliar.

Selanjutnya saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) juga masuk dalam daftar saham-saham yang banyak dikoleksi oleh investor asing.

Baca Juga: Banyak dilepas Asing, saham TLKM dan MDKA menarik untuk dicermati

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, dari saham-saham tersebut investor bisa mempertimbangkan saham TOWR, UNTR, MAPI, IPTV, dan LPPF.

"Dari sisi bisnis, tentunya masih ada kontinuitasnya seiring bisnis yang mereka jalankan. Misalnya, UNTR dengan tambang emasnya di saat permintaan alat berat sendang dalam tren turun," kata Reza, Selasa (15/9).

Kemudian, TOWR juga mempunyai prospek yang cukup cerah lantaran berkecimpung di bisnis menara yang saat ini terdorong dengan kian banyaknya permintaan data dari industri telkomunikasi. 

Selain dari segi bisnisnya masih oke, menurut Reza saham-saham tesebut juga terbilang likuid serta marak ditransaksikan.

Selanjutnya: IHSG Terperosok 1,18%, BBCA Dilepas Asing Hingga Lebih Dari Rp 500 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×