kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.906   52,00   0,31%
  • IDX 7.941   -163,10   -2,01%
  • KOMPAS100 1.118   -22,69   -1,99%
  • LQ45 816   -13,40   -1,62%
  • ISSI 279   -6,18   -2,17%
  • IDX30 426   -6,14   -1,42%
  • IDXHIDIV20 514   -6,91   -1,33%
  • IDX80 125   -2,18   -1,71%
  • IDXV30 139   -2,77   -1,95%
  • IDXQ30 139   -1,38   -0,99%

10 saham anggota indeks Kompas100 turun tajam sepanjang 2019, ini penyebabnya


Senin, 06 Januari 2020 / 20:20 WIB
10 saham anggota indeks Kompas100 turun tajam sepanjang 2019, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Sejumlah karyawan mengamati layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Terdapat 10 saham anggota indeks Kompas100 yang memberikan return terendah sepanjang 2019.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2019 lalu, Indeks Kompas100 menjadi salah satu indeks dengan pertumbuhan positif. Indeks yang berisi 100 saham dengan 100 saham-saham yang memiliki likuiditas yang baik dan kapitalisasi pasar besar tersebut tumbuh 1,52% sepanjang tahun lalu.

Meski demikian, terdapat 10 saham anggota indeks ini yang memberikan return terendah sepanjang 2019.

Baca Juga: Return Semen Baturaja (SMBR) paling anjlok di jajaran indeks Kompas100

Saham-saham tersebut yakni, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dengan return minus 74,85%, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) turun  67,46%, saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) tergerus 48,02%, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) anjlok 46,66%, dan saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) minus 43,46% selama tahun lalu.

Selain itu, saham emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga telah terkoreksi 43,39%. Diikuti saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan return minus 43,33%, saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) merosot 42,19%, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) jatuh 41,88%, serta saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) turun 37,14% di 2019.

Analis OSO Sekuritas Sukarno ALatas menilai, penurunan harga saham-saham ini mayoritas diakibatkan oleh penurunan kinerja pada 2019. Adapun kinerja beberapa saham seperti BDMN, BJBR, BRIS, dan PPRO, turun akibat sentimen ini.

Baca Juga: Ini 10 saham indeks Kompas100 dengan return paling jeblok sepanjang 2019

Laba bersih BDMN misalnya, turun 19% menjadi Rp 2,16 triliun pada periode kuartal III-2019. BJBR juga demikian, yang pada sembilan bulan pertama tahun 2019 harus merelakan laba bersihnya turun 15,6% menjadi Rp 1,13 triliun.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×