kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Wall Street di posisi tertinggi sejak November


Selasa, 07 Juni 2016 / 05:40 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS ditutup sumringah pada penutupan transaksi tadi malam (6/6). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,5% menjadi 2.109,38.

Kondisi serupa juga terlihat pada indeks Dow Jones yang malam tadi ditutup dengan kenaikan 0,64% menjadi 17.920,33. Sedangkan indeks Nasdaq naik 0,53% menjadi 4.968,71.

Bursa AS naik seiring penguatan dollar yang terkerek pernyataan Pimpinan Janet Yellen. Tadi malam, Yellen kembali menekankan rencananya untuk menaikkan suku bunga acuan bertahap jika perekonomian Paman Sam membaik.

Yellen menyadari pasar tenaga kerja AS yang mengalami pertumbuhan terendah dalam enam tahun terakhir. Meski data itu mengecewakan, namun, dia meyakini adanya kekuatan positif dalam ekonomi Amerika. Dia juga menyebut akan menaikkan suku bunga acuan kendati tidak menyebut kapan waktu pastinya.

"The Fed ingin melihat situasi data tenaga kerja AS untuk mengetahui tren teranyar yang terjadi," jelas Brian Jacobsen, chief portfolio strategist Wells Fargo Funds Management LLC.

Menurut Jacobsen, Yellen terlihat optimistis mengenai kondisi ekonomi ini. "Saya sendiri tidak melihat adanya kejelasan apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada Juli atau September nanti," ungkapnya.

Sentimen lain yang mengerek performa Wall Street adalah relinya harga komoditas ke pasar bullish yang disebabkan oleh reli harga minyak ke posisi tertingginya dalam 10 bulan terakhir.

Sekadar catatan, tadi malam, harga minyak jenis West Texas Intermediate melonjak 2,2% menjadi US$ 49,69 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 21 Juli lalu. Sedangkan harga minyak Brent naik 1,8% menjadi US$ 50,55 sebarel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×