INVESTASI
Berita
Wah, Jungle Land Sentul City siap dibuka!

EKSPANSI EMITEN

Wah, Jungle Land Sentul City siap dibuka!


Telah dibaca sebanyak 7434 kali

Memasuki tahun 2013, PT Sentul City Tbk (BKSL), yang dahulu bernama PT Bukit Sentul Tbk, giat meneruskan ekspansi kawasan komersial.
Distrik pusat bisnis kawasan komersial di Sentul City itu dilengkapi dengan perkantoran, kondotel, hotel, rumahsakit, sekolah, dan juga pasar apung.

“Hotel Green Savana sudah soft opening dengan okupansi 50%,” kata Andrian B. Utama, Wakil Direktur Sentul City.

Keseriusan BKSL menggeber pos pendapatan berulang (recurring income) melalui proyek kawasan komersial tak berhenti di situ. Sentul City akan membangun apartemen senilai Rp 300 miliar tahun ini.

Jungle Land Theme Park di Sentul Nirwana juga siap beroperasi tahun ini. Jungle Land  ditargetkan menarik 4,5 juta pengunjung per tahun. Theme park seluas 50 ha itu menyasar kalangan menengah ke bawah.

Pendapatan dari Jungle Land tahun ini belum optimal karena kemungkinan baru beroperasi di paruh kedua 2013. Jika diasumsikan tiket Jungle Land
Rp 100.000, 1 juta pengunjung tahun ini bisa menyumbang pendapatan kotor Rp 100 miliar.

BKSL menargetkan, dalam lima tahun mendatang, recurring income bisa menyumbang 30% pendapatan. Saat ini, kontribusi pos ini masih di bawah 10%. Pembangunan kawasan komersial bisa mengerek cepat harga dan sewa properti lebih lanjut.  

Tapi, kalaupun strategi ini meleset, recurring income tak banyak terpengaruh. “Menggarap potensi kawasan industri, mungkin, lebih menarik,” kata  Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities.                        

Editor: Ruisa Khoiriyah
Telah dibaca sebanyak 7434 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..