| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.377
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

SBN dalam reksadana bertambah Rp 11,63 triliun

Senin, 16 Mei 2016 / 20:55 WIB

SBN dalam reksadana bertambah Rp 11,63 triliun
Berita Terkait

JAKARTA. Manajer investasi terus menggemukkan porsi Surat Berharga Negara (SBN) untuk produk reksadana mereka.

Mengutip situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 13 Mei 2016, kepemilikan SBN yang digenggam reksadana mencapai Rp 73,23 triliun atau 4,53% dari total outstanding Rp 1.617 triliun.

Angka tersebut menanjak Rp 11,63 triliun dari posisi akhir tahun 2015 yang tercatat Rp 61,6 triliun.

Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo berujar, pertumbuhan akumulasi SBN dalam instrumen reksadana mengindikasikan bahwa sejak awal tahun 2016, pelaku pasar cenderung menggemari instrumen investasi yang kurang berisiko seperti obligasi negara ketimbang instrumen yang lebih berisiko seperti efek saham.

SBN memiliki risiko yang lebih rendah karena kurang fluktuatif ketimbang saham. Obligasi negara juga diterbitkan oleh pemerintah yang notabene risiko gagal bayarnya hampir tidak ada.

Maklum, sepanjang tahun ini, pasar saham domestik cukup fluktuatif akibat minimnya katalis positif. Dari internal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 hanya mencapai 4,92%, lebih rendah ketimbang pencapaian kuartal IV 2015 sebesar 5,04% serta konsensus yang dipatok 5,07%.

Sementara faktor eksternal bersumber dari isu perlambatan ekonomi China dan rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed yang saat ini di level 0,25% - 0,5%.

"Penambahan produk reksadana yang berbasis obligasi juga turut andil dalam peningkatan kepemilikan SBN di reksadana," tuturnya. Sejak awal tahun hingga 13 Mei 2016, industri reksadana dalam negeri ketiban 13 produk reksadana anyar.

Menurut kebijakan investasinya, reksadana pendapatan tetap wajib memarkirkan dana minimal 80% pada efek surat utang. Sehingga manajer investasi membutuhkan jumlah SBN yang lebih banyak untuk menjadi aset dasar produk baru tersebut.


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan
Editor: Yudho Winarto

PROSI SBN DI REKSADANA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0478 || diagnostic_web = 0.2341

Close [X]
×