INVESTASI
Berita
PTPP ingin menerbitkan obligasi Rp 600 miliar

Pendanaan Emiten

PTPP ingin menerbitkan obligasi Rp 600 miliar


Telah dibaca sebanyak 1217 kali
PTPP ingin menerbitkan obligasi Rp 600 miliar

JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar. Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan proyek-proyek engineering procurement & construction (EPC) dan properti.

Manajemen PTPP menjadwalkan surat utang tersebut terbit paling cepat kuartal pertama  2013. "Di akhir tahun ini, kami akan memilih underwriter," ujar Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Ariana, beberapa waktu lalu.

Dengan dana obligasi, PTPP berharap proyek EPC dan properti berjalan mulus. Beberapa waktu lalu, perseroan ini meraih proyek EPC dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga gas senilai Rp 918 miliar.

Saat ini PTPP kembali membidik proyek EPC milik PLN. Emiten konstruksi pelat merah ini mengikuti dua tender proyek pembangkit listrik masing-masing berkapasitas 1x100 mega watt (MW). Nilai totalnya mencapai Rp 2 triliun atau Rp 1 triliun per proyek.

PTPP akan menggandeng mitra kerja di proyek ini. Betty masih enggan menyebutkan identitas calon mitra. Dia hanya bilang calon mitra PTPP adalah perusahaan asing. "Kami akan menjadi mayoritas, yaitu 60%," tutur Betty.

Menurut Betty, kendati baru masuk ke sektor EPC tahun lalu, sektor ini menyumbang 15%-20% total pendapatan PTPP atau terbesar kedua setelah sektor konstruksi.

Per akhir September 2012, pendapatan PTPP ditaksir naik 30% year-on-year (YoY) menjadi Rp 3,82 triliun. Ini berarti Rp 573 miliar hingga Rp 764 miliar pendapatan berasal dari sektor EPC. Hingga kuartal III 2012, PTPP meraih kontrak baru senilai Rp 15,2 triliun atau naik lebih dua kali lipat daripada periode sama 2011. Harga PTPP, Jumat (19/10), di posisi Rp 740 per saham.

Editor: Sandy Baskoro
Telah dibaca sebanyak 1217 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..