kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Prospek DIRE masih terbatas


Minggu, 23 September 2018 / 22:34 WIB
Prospek DIRE masih terbatas
ILUSTRASI. Kawasan Meikarta


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum lama ini, muncul kabar Grup Lippo menjual asetnya senilai Rp 2,18 triliun. Melalui entitas usaha, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), gurita bisnis milik Keluarga Riady itu mengalihkan aset Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REIT) kepada perusahaan yang masih terafiliasi.

Tidak heran Lippo memilih memperjualbelikan salah satu produk investasi itu di pasar luar negeri. Sebab, pasar DIRE di Indonesia masih belum berkembang.

"DIRE belum berkembang, saat ini baru satu DIRE yang tercatat di BEI," ujar Jemmy Paul, Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management kepada Kontan.co.id, Minggu (23/9).

Hingga kini, baru Ciptadana Assets Management yang memiliki produk DIRE dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan jadi yang pertama meluncurkan produk DIRE pada 28 November 2012.

Aset portofolio yang dikelola DIRE Ciptadana adalah Solo Grand Mall, sebuah mal ritel yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah.

Padahal, konsep investasi DIRE cukup sederhana. DIRE mirip dengan membeli aset properti. Bedanya, dengan membeli DIRE maka investor dapat jaminan imbal hasil dari pendapatan berulang atau recurring income dari properti tersebut.

Cuma memang, dalam praktiknya DIRE tidak sesederhana itu. Pengetahuan investor, bahkan sekelas investor institusi pun masih minim. Sosialisasinya pun belum segencar produk investasi lainnya yang sudah lebih dulu dikenal publik.

Jemmy menambahkan, DIRE masih memiliki peluang untuk berkembang di pasar dalam negeri. Tapi, itu perlu syarat. DIRE bisa menarik jika industri properti kembali bergairah.

"Masalahnya, di Indonesia masih ada double taxation. Jadi, imbal hasil yang didapat investor tidak sebesar yang ada di luar negeri, Singapura misalnya," jelas Jemmy.

DIRE milik Ciptadana yang sudah tercatat di BEI itu saja masih memiliki imbal hasil sekitar 8,93% per tahun. Padahal, bagi investor, imbal hasil ideal DIRE minimal sekitar 9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×