kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Produksi Libya naik, harga minyak terguncang


Jumat, 20 September 2013 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Nonton Boruto Episode 248, Sudah Bisa Streaming Lewat iQIYI, Viu, WeTV, Bstation


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak liar dengan kecenderungan turun. Penurunan harga terjadi karena naiknya produksi minyak Libya dan meredanya ketegangan Suriah setelah Presiden Suriah, Bashar al-Assad membuka peluang inspektur senjata kimia datang ke negaranya.

Harga minyak WTI pengiriman Oktober naik tipis 2 sen menjadi US$ 106,41 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 6:44 waktu Singapura. Harga ini naik tipis dibandingkan kemarin di posisi US$ 106,39 per barel.

Harga minyak berjangka ini naik setelah kemarin (19/9) turun 1,6% karena produksi minyak Libya naik sebanyak 800.000 barel per hari. Lima dari sembilan terminal ekspor negara itu kembali beroperasi.

Sementara itu Suriah akan membuka diri dan akan memberikan informasi tentang senjata kimia dan fasilitas sensitifnya bagi pengawas internasional.

Sementara itu, harga minyak Brent November turun US$ 1,84, atau 1,7%, ke posisi US$ 108,76 per barel di ICE Futures Europe exchange di London. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×