: WIB    —   
indikator  I  

Minyak tergelincir, fundamental disinyalir masih kuat

Minyak tergelincir, fundamental disinyalir masih kuat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah reli panjang, harga minyak mentah tergelincir. Namun, faktor fundamental disinyalir masih akan mendukung harga bahan bakar fosil ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (12/1) pukul 14.32 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Februari 2017  di New York Mercantile Exchange turun 0,47% ke level US$ 63,33 per barel. Koreksi ini terjadi setelah harganya menyentuh level US$ 63,70 pada perdagangan intraday.

Sejak akhir Desember lalu, harga minyak juga stabil di kisaran US$ 60 per barel. Ini terakhir terjadi pada Desember 2015 silam.

Meski terkoreksi hari ini, namun fundamental minyak diperkirakan masih kuat. Terutama didukung data permintaan minyak mentah China sepanjang 2017. China dilaporkan menjadi pengimpor terbesar komoditas minyak, melampaui Amerika Serikat.

Data dari China's General Administration of Custom memperlihatkan, pengiriman komoditas minyak ke China naik 10% menjadi rata-rata 8,43 juta barel per hari pada tahun lalu. Sedangkan pada periode yang sama, AS mengimpor 7,904 juta barel sehari.

Mengutip pemberitaan CNBC, Jumat, impor China pada 2017 dibukukan naik 15,9% dan nilai ekspor tumbuh 7,9%. Ini menyebabkan surplus neraca perdagangan hingga US$ 422,5 miliar pada tahun lalu.

"Ekspansi ekonomi China telah mengalahkan semua ekspektasi sejak paruh kedua tahun lalu, ini mendorong permintaan untuk semua jenis komoditas," jelas Guo Chaohui, analis China International Capital Corp seperti dilansir Bloomberg.

Menurutnya, penguatan ekonomi ini akan terjus berlanjut selama tahun 2018 dan akan meningkatkan minat impor komoditas negara tersebut.


Reporter Tane Hadiyantono
Editor Dupla Kartini

GEJOLAK HARGA MINYAK

Feedback   ↑ x
Close [X]