kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak terkoreksi setelah melonjak di atas US$ 63


Kamis, 11 Januari 2018 / 07:30 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melonjak ke atas level US$ 63 pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak terkoreksi tipis. Kamis (11/1) pukul 7.13 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2018 di NYMEX tergerus 0,19% ke US$ 63,45 per barel.

Meski koreksi, harga minyak masih berada di atas level US$ 63. Kemarin, harga minyak menguat 0,97% ke US$ 63,45 per barel. Pada saat bersamaan, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2018 pun naik 0,55% ke level US$ 69,20 per barel, tertinggi sejak awal Juli 2015.

Koreksi harga minyak ini dipicu oleh naiknya stok bahan bakar dan bensin di Amerika Serikat (AS). Data Energy Information Administration yang dirilis semalam menunjukkan, penambahan stok bensin dan bahan bakar lebih banyak ketimbang prediksi awal.

Di sisi lain, stok minyak mentah AS turun 4,9 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih besar daripada prediksi pada 3,9 juta barel. "Penarikan yang lebih rendah pada stok minyak mentah diiringi kenaikan stok produk turunan minyak menyebabkan harga terkoreksi," kata Carsten Fritsch, analis minyak Commerzbank AG kepada Reuters.

Stok bensin AS naik 4,1 juta barel, jauh lebih tinggi ketimbang prediksi pada 2,6 juta barel. "Penarikan stok minyak terus terjadi dan ini menjadi sentimen positif pada harga minyak," kata Olivier Jakob, managing director PetroMatrix.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×