: WIB    —   
indikator  I  

Mau tahu reksadana yang terpuruk paling dalam?

Mau tahu reksadana yang terpuruk paling dalam?

JAKARTA. Kondisi pasar keuangan yang tidak menentu berimbas pada kinerja reksadana yang memiliki aset produk keuangan. Mulai akhir Desember 2012 sampai November 2013, reksadana pendapatan mengalami penurunan return terdalam dibandingkan reksadana saham dan reksadana campuran.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, rata-rata imbal hasil reksadana pendapatan tetap secara year-to-date (ytd) minus 5,46%. Selanjutnya, reksadana saham anjlok 3,7% dan reksadana campuran merosot 1,6%.

Namun, jika dibandingkan dari bulan sebelumnya, return reksadana saham yang mengalami kemerosotan terjauh. Mulai 31 Oktober 2013 hingga 29 November 2013, return reksadana saham merosot hingga 6,14%.

Penurunan ini lebih dalam ketimbang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di periode yang sama, yakni 5,64%.

Reksadana campuran juga memberikan imbal hasil negatif sepanjang November 2013, yaitu minus 4,7%. Begitu pula dengan reksadana pendapatan tetap. Namun, penurunan return reksadana pendapatan tetap lebih rendah jika dibanding reksadana saham dan reksadana campuran. Return reksadana pendapatan tetap secara month on month (mom) turun 3,98%.


Reporter Amailia Putri Hasniawati
Editor Asnil Bambani Amri

IMBAL HASIL REKSADANA

Feedback   ↑ x