kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Investor: Pasar bearish, jangan terlalu pesimis

Senin, 04 Juni 2018 / 21:19 WIB

Investor: Pasar bearish, jangan terlalu pesimis
ILUSTRASI. Aktivitas Penjualan Saham dan Surat Berharga Lainnya
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pasar belum sepenuhnya aman. Kekhawatiran turbulensi perekonomian global, depresiasi rupiah yang memicu kenaikan BI rate, kondisi keamanan dan politik masih menghantui. 

Bukan berarti ini jadi alasan untuk keluar dari pasar saham. "Yang benar itu berserah, bukan menyerah," ujar salah seorang investor saham, Sem Susilo kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Ketika Fed Fund Rate naik, investor perlu melihat sisi positifnya. Kenaikan ini setidaknya menunjukkan perekonomian global tumbuh. Eksesnya, dalam jangka panjang permintaan komoditas dari Indonesia naik. 

Sem mengatakan, dollar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Tapi, mau sampai kapan penguatannya. Jika penguatan terus terjadi juga menjadi bumerang bagi perekonomian mereka sendiri.

Dia menambahkan, pelemahan rupiah juga memiliki sisi positifnya. Devisa ekspor bisa meningkat dan impor barang konsumsi juga turun. Tak menutup kemungkinan juga mendorong capital inflow karena tak sedikit investor yang masuk dan juga ingin memperoleh untung kurs. 

BI rate naik juga bukan penghambat pertumbuhan ekonomi. Itu merupakan instrumen yang bisa disesuaikan demi menjaga keseimbangan ekonomi. Karena kalau BI rate rendah rupiah melemah, ini juga tidak sehat.

Jadi, waspada boleh. Itu tidak diharamkan. "Tapi jangan terlalu pesimis. Pasar kita masih punya potensi. Tinggal disesuaikan saja dengan gaya trading atau investasi masing-masing," tutur Sem.

Zola Azaria, salah seorang investor ritel dari angkatan milenial juga tak benar-benar meninggalkan pasar saham meski kondisinya masih berpotensi banyak tertekan. Cuma memang, dia perlu menyesuaikan strategi. "Saat bearish seperti ini saya pribadi lebih memilih untuk hit and run saja. Selagi masih untung lebih baik cepat diamankan," jelas Zola.

Sem menambahkan, sekarang justru peluang untuk investasi. Jika trading, tak salah mengincar saham saham yang masih berpotensi melanjutkan profit. "Harus berani dilanjutkan menjadi saham swing dengan dikawal dengan trailing stop," kata Sem.

Untuk jangka panjang, saatnya mengoleksi saham berkualitas dengan risiko yang rendah. Risiko rendah artinya harganya murah. "Bukan saat terbang baru dikejar, tapi beli saat turun. Sektor properti dan konstruksi sudah sangat murah," jelas Sem.

Sementara, Zola saat ini sedang naksir dengan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Soalnya, perusahaan memegang lima merek handphone terlaris di Indonesia.

ERAA juga satu-satunya ditributor resmi Xiaomi. Otomatis perusahaan punya kontrol yang lebih besar untuk mengatur suplai Xiaomi. Ditambah momen jelang lebaran, kinerja penjualan ERAA diramal moncer. "Saya optimistis kinerja kuartal kedua ini bakal bagus," pungkas Zola.


Reporter: Dityasa H Forddanta
Editor: Wahyu Rahmawati

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0448 || diagnostic_web = 0.2150

Close [X]
×