kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini penyebab laba BEI turun 11% pada 2017


Kamis, 01 Maret 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Logo Bursa Efek Indonesia


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2017 mencatat kenaikan total pendapatan sekitar 2% menjadi Rp 1,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,18 triliun.

Meski pendapatan naik, bursa menorehkan penurunan tipis pada laba bersih. BEI mencatat laba bersih Rp 310,17 miliar pada tahun lalu,  turun sekitar 11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 347,29 miliar. Penurunan itu dipicu oleh kenaikan beban usaha BEI sebesar 9% menjadi Rp 1,12 triliun.

Tito Sulistyo, Direktur Utama BEI bilang, kenaikan itu merupakan hal yang biasa karena adanya tunjangan komisaris yang pensiun, dan lain sebagainya. “Ada juga depresiasi sewa ruangan untuk ruang komputer tier 3 pada tahun 2017," ujarnya, Kamis (1/3).

Jika dirinci, kenaikan beban usaha itu berasal dari sejumlah pos keuangan. Beban gaji dan tunjangan BEI naik 11% menjadi Rp 476,84 miliar. Beban biaya tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meningkat 2% menjadi Rp 180,25 miliar.

Sejumlah beban lainnya juga naik. Sehingga, BEI mencatat laba usaha Rp 330,53 miliar, turun 14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 386,24 miliar. Penurunan ini yang turut memicu laba bersih BEI sedikit menurun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×