: WIB    —   
indikator  I  

Harga minyak koreksi setelah naik tiga hari

Harga minyak koreksi setelah naik tiga hari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi tipis setelah naik tinggi dalam tiga hari sebelumnya. Kamis (12/10) pukul 7.17 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2017 di New York Mercantile Exchange turun tipis 0,39% ke US$ 51,10 per barel.

Kemarin, harga minyak menguat 0,75%. Dalam tiga hari kenaikan, harga minyak melonjak 4,01%.

Pergerakan serupa juga terjadi pada minyak brent. Harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2017 di ICE Futures turun 0,44% ke US$ 56,69 per barel ketimbang posisi hari sebelumnya. Dalam tiga hari kenaikan sebelumnya, harga minyak brent menguat 2,37%.

Koreksi harga minyak ini terjadi setelah Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) Rabu mengatakan bahwa permintaan minyak akan lebih tinggi pada tahun depan. Tapi, analis melihat, outlook tahun depan masih belum pasti.

OPEC mengungkapkan bahwa pemangkasan produksi oleh negara anggota dan negara produsen minyak besar mulai menurunkan kelebihan pasokan yang berlangsung dalam tiga tahun terakhir. "Produsen minyak OPEC dan non-OPEC sukses mengeringkan banjir stok," ungkap OPEC seperti dikutip Reuters.

Barclays menaikkan outlook harga minyak brent untuk kuartal satu 2018 menjadi US$ 56 per barel dari prediksi sebelumnya US$ 51 per barel. "Kami melihat, perubahan fundamental harga," ungkap Barclays.

Tapi, Barclays mengingatkan bahwa harga minyak bisa turun lagi tahun depan. Bahkan, prediksi harga minyak brent di kuartal kedua bisa melorot hingga US$ 48 per barel karena kenaikan pasokan global.

Pasalnya, kesepakatan pemangkasan produksi OPEC hanya berlaku hingga Maret 2018. Jika tidak ada kesepakatan pemangkasan lagi, ada peluang para produsen minyak mengerek produksi.

Kabar baik harga minyak lainnya adalah prediksi pertumbuhan ekonomi global dari Dana Moneter International alias International Monetary Fund (IMF) sebesar 3,6% tahun ini dan 3,7% tahun depan. Dengan pertumbuhan ini, permintaan minyak akan meningkat.


SUMBER : Reuters
Editor Wahyu Rahmawati

HARGA MINYAK BUMI

Feedback   ↑ x
Close [X]