kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Harga CPO sentuh level tertinggi dalam sebulan


Senin, 02 Juli 2012 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Salah satu cara membersihkan paru-paru adalah dengan rutin mengonsumsi teh hijau.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) melesat ke posisi tertinggi dalam sebulan. Pemicunya yaitu kekhawatiran suplai minyak nabati global bakal surut, jika panen kedelai di AS anjlok akibat musim kering.

Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange sempat melompat 1,7% ke level RM 3.070 atau setara US$ 970 per metrik ton. Itu merupakan harga tertinggi sejak 1 Juni lalu. Selanjutnya, kontrak yang sama menuju level RM 3.065 per metrik ton pada pukul 16.01 waktu Kuala Lumpur.

Pada 29 Juni lalu, Departemen Pertanian AS melaporkan, luas lahan kedelai yang ditanam di tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 76,08 juta hektare, naik dari 74,976 juta hektare di tahun lalu. Tujuannya, supaya bisa mengantisipasi musim kering yang berlangsung.

Ivy Ng, analis dari CIMB Group Holdings Bhd. menyebut, meski areal penanaman lebih besar namun kemungkinan tidak akan berbuah panen yang lebih besar karena kekeringah saat ini di area utama penanaman kedelai di AS.

"Jumlah hasil panen kedelai berada di level terendah dalam bertahun-tahun. Hasil panen kedelai yang sedikit akan berimbas pada kenaikan harga minyak sawit," sebut Ivy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×