kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Data China & AS membaik, harga minyak ogah turun


Selasa, 18 Februari 2014 / 06:37 WIB
ILUSTRASI. Gula aren bermanfaat membantu mengontrol gula darah.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah adanya tanda-tanda perbaikan ekonomi di Amerika Serikat (AS). Kenaikan harga minyak juga didukung oleh data kredit di China yang naik di Januari lalu.

Harga minyak berjangka naik 0,6% di New York, memperpanjang kenaikan harga yang sudah terjadi hingga pekan kelima . Sebagaimana diketahui, nilai kredit yang dikucurkan perbankan China naik menjadi 2,58 triliun yuan atau setara US$ 425 miliar di Januari.

“Naiknya pinjaman bank di China ini merupakan kabar baik," kata Tom James, managing director Navitas Resources Ltd  kepada Bloomberg di Dubai. Selain dari China, adanya tanda-tanda perbaikan ekonomi di AS secara psikologis juga ikut membantu pasar minyak,

Harga minyak WTI pengiriman Maret naik 62 sen menjadi US$ 100,92 per barel pada pukul 13:15 waktu perdagangan elektronik di New York . Lantai perdagangan bursa ditutup hari ini untuk memperingati Hari Presiden AS.

Sementara itu, harga minyak Brent pengiriman April turun 5 sen menjadi US$ 109,18 per barel saat diperdagangkan di London. Minyak mentah acuan Eropa itu memiliki selisih harga sebesar US$ 8,55 dengan harga minyak WTI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×