: WIB    —   
indikator  I  

Benang kusut rights issue ICON

Benang kusut rights issue ICON

JAKARTA. Aksi penggalangan dana lewat rights issue yang dilakukan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) terancam batal. Hal ini disebabkan, modal dasar perseroan tak cukup untuk menerbitkan saham baru dengan jumlah yang ditargetkan.

Perusahaan properti ini berniat menerbitkan sebanyak-banyaknya 363,25 miliar saham. Harga nominal per saham Rp 56,123 per saham. Saat ini, modal dasar perseroan terdiri dari 1 miliar saham dengan total nilai nominal Rp 56,125 miliar.

Adapun, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sejumlah 726,5 juta saham. Nilainya, Rp 40,77 miliar. Dengan demikian, jumlah saham yang ada dalam portepel tersisa 273,5 juta saham dengan nilai Rp 15,35 miliar.

Dalam publikasi resmi perseroan, manajemen mengatakan, penambahan modal dasar akan menjadi salah satu agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) esok (11/12). "Jika pengesahan dari menteri hukum dan hak asasi manusia tidak diperoleh, maka rencana PUT (penawaran umum terbatas) I dibatalkan," demikian bunyi publikasi ICON.

Tidak hanya itu, Penilai Independen KJPP Ruky, Safrudin dan Rekan menilai salah satu rencana transaksi ICON tidak wajar. Rencana transaksi yang dimaksud adalah sewa tanah seluas 2,2 hektare (ha) senilai Rp 22 miliar.

Penilai independen menjelaskan, net present value atas sewa tanah di lokasi tersebut selama 20 tahun sebesar Rp 25,45 miliar. Dengan demikian, transaksi sewa tanah lebih rencah 13,68% dari indikasi nilai pasar. "Sesuai peraturan VIII.C.3, batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5%," ujar hasil penilai independen yang dipublikasikan ICON.

Berdasarkan aturan tersebut, maka kisaran nilai transaksi wajar adalah Rp 23,57 miliar hingga Rp 27,39 miliar. Oleh karena itu, rencana transaksi sewa tanah yang dilakukan Island Concepts dinilai tidak wajar.

 


Reporter Amailia Putri Hasniawati
Editor Asnil Bambani Amri

RENCANA RIGHST ISSUE

Feedback   ↑ x
Close [X]