: WIB    —   
indikator  I  

BEI pertanyakan standby buyer saham baru ICON

BEI pertanyakan standby buyer saham baru ICON

JAKARTA. Lazimnya, dalam aksi rights issue, perusahaan bersangkutan memiliki pembeli siaga alias standbuy buyer. Adapun, peran pembeli siaga ini adalah menampung saham-saham yang tidak diserap oleh pemilik saham lama. Sehingga, perusahaan memperoleh dana maksimal dari aksi pasar modal itu.

Tetapi, tidak demikian dengan PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON). Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata ini tidak memiliki pembeli siaga untuk aksinya itu. Tak pelak, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan hal tersebut. 

Hal itu tertuang dalam surat BEI tertanggal 8 November 2013. BEI meminta sejumlah penjelasan, terutama terkait keyakinan perusahaan akan terserapnya saham baru ICON. 

Octavianus Kuntjoro, Direktur ICON dalam pernyataan resminya menjelaskan, pemegang saham mayoritas perseroan bersedia mengambil bagiannya dengan nilai setara dengan Rp 63 miliar.

Namun, andai perseroan tidak berhasil menjaring dana dari aksi korporasi ini, maka perusahaan akan mencari sumber pendanaan lain. "Seperti pinjaman bank atau mitra strategis," ujarnya. 

Dalam prospektus ringkas yang terbit 11 Oktober 2013, manajemen ICON menjelaskan, pihaknya akan menerbitkan 363,25 juta saham baru. Harga per saham dijual diharga Rp 300. Maka, potensi dana yang akan terjaring sebesar Rp 108,97 miliar. 

Pemegang saham utama perseroan, Frans Bambang Siswanto menyatakan sanggup untuk mengambil sedikitnya 133,33 juta saham. Jumlah ini setara dengan 55,96% dari total saham baru yang akan dikeluarkan.

Jika sisa saham lainnya tidak terserap, maka saham-saham tersebut tidak akan diterbitkan dan dikembalikan dalam portepel perseroan.

Dana hasil penawaran saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ini 55,06% akan digunakan untuk penyertaan modal di PT Bhumi Lestari Makmur (BLM). Sebesar 38,62% atau Rp 42,08 miliar akan digunakan untuk pengembangan Beach Club. Sisanya, akan dipakai untuk modal kerja perusahaan.

Perseroan seharusnya menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 November 2013 kemarin. Namun, jadwal diundur menjadi 22 November 2013 mendatang.


Reporter Amailia Putri Hasniawati
Editor Hendra Gunawan

AKSI KORPORASI

Feedback   ↑ x