kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Yuk, simak prospek reksadana saham


Jumat, 21 Juli 2017 / 18:34 WIB
Yuk, simak prospek reksadana saham


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Johana K.

JAKARTA. Indeks reksadana saham masih berpeluang untuk mencatatkan kinerja yang positif sampai akhir tahun. Analis memprediksi, sampai akhir tahun, rata-rata kinerja reksadana saham bisa menyentuh angka 12%.

Mengacu data Infovesta, kinerja reksadana saham secara year to date (ytd) 14 Juli 2017 berada di level 5,18%. Wawan Hendrayana, Head of Investment Infovesta Utama menyebut, sampai akhir tahun indeks reksadana saham bisa mencapai 12%.

Wawan bilang, kinerja reksadana saham ke depan masih akan dibayangi oleh sentimen kenaikkan suku bunga Amerika Serikat (AS). Kendati begitu, dampak kenaikan tersebut menurut Wawan hanya bersifat sementara lantaran kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Adapun inflasi yang terkendali dan suku bunga Bank Indonesia (BI 7 days reverse repo rate) yang tetap, akan menjadi penopang kinerja reksadana saham ke depan.

Senada, Direktur Ciptadana Asset Management, Irvin Patmadiwiria bilang, sentimen Fed Fund Rate yang sudah dirasakan saat ini sudah mencerminkan kondisi ketika FFR dinaikan. "Mungkin secara short term akan terpengaruh. Kalau untuk long term, misal FFR dinaikkan dan ekonomi AS tumbuh, pasti akan berdampak positif lagi," ungkapnya. Sekadar informasi, Ciptadana Asset Management pun berencana merilis produk reksadana saham terbaru pada bulan ini.

Wawan menambahkan, beberapa sektor yang bakal memiliki prospek ke depan, di antaranya sektor keuangan, infrastruktur, dan consumer goods. "Suku bunga yang rendah nantinya akan mendorong kinerja sektor consumer goods. Sementara prospek sektor infrastruktur akan didukung oleh proyek-proyek pemerintah," ujarnya kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, sektor komoditas dan properti menurut Wawan bakal menjadi sektor yang sedikit membebani kinerja indeks. "Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih bakal menjadi tantangan tersendiri di sektor ini,"imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×