kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45960,78   1,83   0.19%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Yield US Treasury Tertinggi Sejak 2008, Ini Efeknya ke Pasar SUN


Kamis, 20 Oktober 2022 / 10:52 WIB
Yield US Treasury Tertinggi Sejak 2008, Ini Efeknya ke Pasar SUN
ILUSTRASI. Yield US Treasury acuan tenor 10 tahun kembali naik ke 4,15% pada Kamis (20/10) pukul 10.35 WIB.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi dalam negeri masih volatile di tengah inflasi tinggi dan tren kenaikan suku bunga. Apalagi, yield surat utang negara Amerika Serikat (AS), US Treausy terus menanjak.

Menurut data Bloomberg, yield US Treasury acuan tenor 10 tahun kembali naik ke 4,15% pada Kamis (20/10) pukul 10.35 WIB. Indeks US Treasury 10 tahun menunjukkan bahwa level ini merupakan yang tertinggi sejak Juni 2008.

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf mengatakan pergerakan yield US Treasury sangat berpengaruh terhadap pasar obligasi di dunia, termasuk Indonesia. Tapi dia menilai pasar obligasi Indonesia relatif kuat jika dibandingkan dengan negara lain. 

Baca Juga: Wall Street Turun Setelah Menguat Dua Hari Berturut-turut

"Sampai dengan saat ini, pergerakan yield Indonesia masih terbilang sangat defensif terhadap pergerakan US Treasury sehingga walau kemungkinan terjadinya koreksi di pasar obligasi Indonesia masih terbuka," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (19/10). Dia menambahkan parameter penting seperti stabilitas rupiah masih terjaga dengan baik. 

Yield surat utang negara (SUN) acuan tenor 10 tahun untuk tahun ini seri FR0091 naik ke 7,5%. Ini adalah level tertinggi sejak FR0091 diterbitkan pada Juli 2021 lalu. Pada saat penerbitan perdana, yield FR0091 masih sebesar 6,58%.

Kenaikan yield ini menunjukkan harga obligasi melemah. Alhasil, produk investasi dengan aset dasar obligasi seperti reksadana pendapatan tetap tertekan. Selama bulan September, Infovesta Fixed Income Fund Index yang menunjukkan kinerja reksadana pendapatan tetap kembali mencatatkan return bulanan yang negatif.  

Dimas memperkirakan hingga akhir tahun reksadana pendapatan tetap masih dapat menghasilkan imbal hasil sebesar 0,5%-0,6%. Produk ini berpotensi meraup return 3,5%-3,75% di semester pertama tahun depan.

Baca Juga: Fundamental Kuat, Imbal Hasil Tetap Melompat

Dimas melihat, obligasi korporasi yang lebih stabil ketimbang obligasi negara (SUN) bisa menjadi pilihan portofolio reksadana pendapatan tetap. Tapi memang, risiko obligasi korporasi lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi negara.

Untuk jangka menengah hingga panjang, Dimas masih melihat potensi kenaikan yang signifikan untuk obligasi Indonesia. Untuk jangka pendek, obligasi korporasi lebih menarik dengan pilihan rating kelas A hingga AA. Obligasi negara memiliki potensi kenaikan yang lebih menarik untuk tahun depan sehingga bisa ditambahkan porsinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×