kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yield US Treasury menanjak, rupiah diprediksi masih loyo


Kamis, 26 April 2018 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Rupiah versus US Dollar


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat diperkirakan akan bergerak melemah pada perdagangan Kamis (26/4). Hal ini dipicu tren kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memprediksi, indeks dollar akan bergerak menguat ke level 91-92 pada hari ini, seiring menanjaknya imbal hasil US Treasury 10 tahun ke level 3,02% pada perdagangan Rabu (25/4).

Selain kemungkinan naiknya suku bunga acuan AS sebanyak empat kali pada tahun ini, tingginya defisit anggaran pemerintah AS mendorong peluang kenaikan penerbitan US Treasury. Ini memicu kenaikan kupon di pasar perdana surat utang AS.

“Data imbal hasil US Treasury lima tahun di pasar perdana AS naik menjadi 2,84% pada Rabu (25/4) dari posisi 2,62% pada bulan sebelumnya,” tulis Ahmad dalam riset, hari ini.

Akibatnya, nilai tukar rupiah berpotensi kembali tertekan seiring tingginya imbal hasil US Treasury di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

Ahmad memproyeksikan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 13.850-Rp 14.000 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×