kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.568   15,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yield SUN berpotensi naik di rentang 7,1%-7,3%


Rabu, 09 Mei 2018 / 12:24 WIB
ILUSTRASI. Lelang SUN


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Utang Negara (SUN) dalam perdagangan Rabu (9/5) berpotensi naik.

"Yield SUN diperkirakan bergerak naik akibat naiknya yield US Treasury dan kemungkinan melemahnya rupiah," kata Ahmad Mikail Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya hari ini.

Mikail mencatat, yield US Treasury jangka menengah atau bertenor 10 tahun naik sebesar 3 basis poin menjadi di level 2,98% pada Selasa (8/5). Sementara, yield US Treasury jangka panjang juga ikut naik 1 basis poin ke level 3,13% seiring naik tajamnya harga minyak West Texas Intermediate (WTI).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 11:45, harga minyak WWTI untuk pengiriman Juni 2018 meningkat 2,24% menjadi US$ 70,61 per barel. Kenaikan harga minyak ini seiring dengan munculnya pernyataan Trump bahwa AS dipastikan keluar dari perjanjian nuklir Iran dan akan merekonstruksi sanksi untuk Iran.

Di tengah sentimen negatif yang berpotensi buat yield SUN naik, Mikail memproyeksikan yield SUN seri acuan tenor 10 tahun hari ini kemungkinan akan bergerak di rentang 7,1%-7,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×