kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.925   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.182   63,43   1,04%
  • KOMPAS100 797   8,66   1,10%
  • LQ45 610   6,92   1,15%
  • ISSI 216   2,64   1,24%
  • IDX30 340   3,88   1,16%
  • IDXHIDIV20 434   4,55   1,06%
  • IDX80 91   1,04   1,16%
  • IDXV30 118   1,47   1,26%
  • IDXQ30 111   1,00   0,91%

Yield SUN 10 Tahun Diproyeksi 7,10%-7,25%, Cermati Rekomendasi dari MNC Sekuritas


Selasa, 06 Oktober 2026 / 09:23 WIB
Yield SUN 10 Tahun Diproyeksi 7,10%-7,25%, Cermati Rekomendasi dari MNC Sekuritas
ILUSTRASI. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Senin (5/10/2026). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin (5/10/2026).

Kondisi ini terjadi sejalan dengan dinamika rilis data ekonomi dan tren suku bunga di tingkat global maupun domestik.

Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan mengatakan, bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026), dipimpin oleh sektor teknologi yang membawa indeks Nasdaq naik 1,05% ke rekor tertingginya.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini (6/10), IHSG Ada Potensi Koreksi

Penguatan ini ditopang oleh saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang diuntungkan oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pasca rilis laporan data tenaga kerja (payrolls) yang melemah.

Selain itu, ekspektasi laba emiten yang positif dan harga minyak yang lebih lunak turut membantu meredam dampak negatif dari kenaikan imbal hasil US Treasury.

Kendati pasar saham menghijau, pasar obligasi US Treasury Note masih berada dalam tekanan.

Yield untuk tenor 10 tahun tercatat naik 3,0 basis poin (bps) ke level 5,31% seiring dengan masih adanya kekhawatiran terkait inflasi.

Tekanan pasokan juga membayangi sentimen pasar menjelang lelang US Treasury Note tenor 3 tahun senilai US$ 58 miliar pada hari Selasa.

Lonjakan yield ini menjalar ke pasar obligasi negara utama lainnya, terlihat dari UK Gilt 10 tahun yang naik tajam 5,2 bps menjadi 5,41% dan German Bunds 10 tahun yang terangkat 3,1 bps menjadi 3,49%.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.914 Per Dolar AS Hari Ini (6/10), Asia Mixed

Dari sisi makroekonomi, aktivitas jasa di Amerika Serikat (AS) yang tercermin dari indeks ISM Services PMI tercatat turun menjadi 54,9 pada September dari 55,4 pada bulan Agustus, angka yang berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 55,0.

Namun demikian, indeks ini masih berada di atas level 50 untuk bulan ke-27 secara berturut-turut, menandakan ekspansi yang berkelanjutan dalam aktivitas sektor jasa.

Beralih ke dalam negeri, mayoritas yield SUN diperdagangkan 1-3 bps lebih tinggi. Kenaikan ini relatif masih tertahan meskipun yield US Treasury melonjak cukup tinggi.

Hal tersebut ditopang oleh menurunnya ekspektasi pasar atas potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober.

Minat investor terpantau kuat di sektor bertenor 2 tahun-3 tahun, yang berhasil menekan yield turun 2-3 bps, sementara yield acuan 10 tahun naik 3,6 bps menjadi 7,18%.

Aktivitas perdagangan obligasi paling banyak terkonsentrasi pada seri FR0109, PBS030, dan PBS003, dengan mencatatkan nilai perputaran (turnover) masing-masing sebesar Rp 6,32 triliun, Rp 6,09 triliun, dan Rp 3,71 triliun.

Terkait dengan agenda lelang Sukuk hari ini, pemerintah menargetkan raupan dana sebesar Rp 10 triliun dari delapan seri reopening.

Proyeksi penawaran yang masuk diperkirakan bisa menyentuh Rp 23 triliun hingga Rp 28 triliun, atau sekitar 2,3 hingga 2,8 kali bid to cover.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (6/10) Ikuti Wall Street, Yield US Treasury Masih Tinggi

Target yang masuk akal dan dapat dikelola ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas permintaan, meskipun tingginya yield obligasi global dan tekanan pada obligasi domestik baru-baru ini dapat memengaruhi investor untuk bersikap lebih sensitif terhadap penentuan harga.

"Mengingat perkembangan terkini di pasar global maupun domestik, kami memperkirakan yield Indo-GB 10 tahun akan diperdagangkan di kisaran 7,10%-7,25% untuk hari ini," kata Ridwan dalam risetnya, Selasa (6/10/2026).

Ridwan menilai ada beberapa seri Indo-GB yang cukup menarik dan potensial. Sejumlah seri Surat Berharga Negara yang patut dicermati secara saksama adalah PBS003, PBS030, FR0087, FR0096, serta FR0111.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×