kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Yield SUN 10 tahun diprediksi 6,20%-6,23%


Senin, 15 Januari 2018 / 10:03 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield surat utang negara (SUN) diperkirakan akan kembali turun pada perdagangan Senin (15/1), seiring potensi penguatan nilai tukar rupiah.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, potensi penguatan rupiah disokong perkiraan tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan oleh Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur, pekan ini. Kebijakan tersebut akan mendorong masuknya investor asing ke pasar obligasi domestik.

"Yield SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 6,20% sampai 6,23%," kata Ahmad dalam riset, Senin.

Dia merekomendasikan seri FR0053, FR0070, FR0035, FR0043, FR0063, FR0045, dan FR0050.

Sebelumnya, analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan, imbal hasil SUN pada perdagangan Jumat (12/1) lalu turun di tengah koreksi pasar surat utang global, serta jelang pelaksanaan lelang SUN.

Perubahan tingkat imbal hasil SUN pada perdagangan Jumat lalu berkisar 1-8 bps. Sementara, imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar 2-5 bps dengan harga naik hingga sebesar 20 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×