kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yield SUN 10 tahun diprediksi 6,20%-6,23%


Senin, 15 Januari 2018 / 10:03 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield surat utang negara (SUN) diperkirakan akan kembali turun pada perdagangan Senin (15/1), seiring potensi penguatan nilai tukar rupiah.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, potensi penguatan rupiah disokong perkiraan tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan oleh Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur, pekan ini. Kebijakan tersebut akan mendorong masuknya investor asing ke pasar obligasi domestik.

"Yield SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 6,20% sampai 6,23%," kata Ahmad dalam riset, Senin.

Dia merekomendasikan seri FR0053, FR0070, FR0035, FR0043, FR0063, FR0045, dan FR0050.

Sebelumnya, analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan, imbal hasil SUN pada perdagangan Jumat (12/1) lalu turun di tengah koreksi pasar surat utang global, serta jelang pelaksanaan lelang SUN.

Perubahan tingkat imbal hasil SUN pada perdagangan Jumat lalu berkisar 1-8 bps. Sementara, imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar 2-5 bps dengan harga naik hingga sebesar 20 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×