kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Wijaya Karya (WIKA) incar kontrak di Afrika senilai Rp 5,18 triliun


Selasa, 03 Desember 2019 / 14:52 WIB
Gambar rancangan proyek Goree Tower Senegal.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah menandatangani kontrak proyek pembangunan tahap I Goree Tower Project di Senegal. Ini merupakan tindak lanjut dari acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali. 

Direktur Operasi III PT Wijaya Karya Tbk yang membawahi Divisi Luar Negeri Destiawan Soewardjono mengatakan pelaksanaan IAID 2019 memberi angin segar bagi perusahaan untuk ekspansi ke pasar luar negeri. 

Wijaya Karya menargetkan pada tahun 2020 bisa membidik tiga negara baru di Kawasan Afrika Barat dan Timur yaitu Senegal, Pantai Gading dan Zanzibar-Tanzania.

Baca Juga: Wijaya Karya teken kontrak pembangunan Goree Tower Senegal tahap I senilai € 50 juta

Dengan rencana perolehan dari proyek-proyek luar negeri di tahun mendatang sebesar Rp 5,18 triliun.

Sebagai informasi, rencana master plan proyek strategis nasional negara-negara di kawasan Afrika Barat dari tahun 2020-2045 di sektor infrastruktur, energi, telekomunikasi, dan railway akan mencapai nilai US$ 119,8 miliar. 

Destiawan mengatakan master plan tersebut menjadi potensi besar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia untuk berpartisipasi aktif menjajaki proyek-proyek tersebut.

“Melalui sinergi yang baik antara Pemerintah, BUMN, pelaku usaha Indonesia dan lembaga keuangan khusus milik pemerintah seperti LPEI akan menghasilkan kontribusi besar bagi devisa yang masuk ke Indonesia di masa mendatang dan juga menjadikan BUMN kita di luar negeri tidak kalah bersaing dengan negara-negara seperti Tiongkok, Turki, Jepang dan Korea Selatan,” ujar Destiawan dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (3/12). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×