Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menegaskan keinginan untuk tetap menjadi perusahaan terbuka dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai pengingat, suspensi saham WSKT telah berlangsung sejak tahun 2023. Alasan suspensi tersebut lantaran kelalaian WSKT dalam memenuhi kewajiban mereka.
Artinya, suspensi sudah berlangsung selama dua tahun yang membuat WSKT secara administratif berpotensi didelisting dari Bursa.
Direktur Keuangan WSKT Wiwi Suprihatno mengatakan, suspensi saham WSKT telah berlangsung lebih dari dua tahun yang disebabkan oleh kondisi default pada salah satu seri obligasi perseroan.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Petrosea (PTRO) Kompak Naik di Kuartal I-2026
Namun, WSKT telah berkoordinasi dengan Bursa atas kondisi suspensi saham. Waskita menyatakan bahwa perseroan tidak berencana untuk delisting dan berkomitmen untuk tetap mencatatkan saham WSKT di BEI.
Waskita terus menjalin komunikasi yang baik dengan regulator, baik BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yang mana, Waskita secara reguler menyampaikan Perkembangan Realisasi Rencana Pemulihan Kondisi atau Penyebab Suspensi Perseroan, baik kepada publik maupun kepada regulator.
“Perseroan akan segera memenuhi syarat serta ketentuan pembukaan suspensi saham. Salah satunya adalah perolehan persetujuan restrukturisasi atas salah satu seri obligasi yang rencananya akan dilaksanakan pada kuartal III 2026,” ujarnya kepada Kontan, Senin (27/8/2026).
Wiwi bilang, restrukturisasi dengan seluruh kreditur perbankan dan 3 seri obligasi yang telah berhasil dilakukan, serta telah berlaku efektif pada tahun 2024.
Baca Juga: Garudafood (GOOD) Akan Bagi Dividen Rp 9,5 per Saham, Berikut Jadwal Lengkapnya
Pada tahun 2026, Waskita menargetkan penyelesaian restrukturisasi atas satu seri obligasi, yaitu Obligasi Waskita III Tahap IV seri B Tahun 2019 melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi.
“Waskita menargetkan agar restrukturisasi atas seri obligasi tersebut dapat dirampungkan paling lama pada triwulan IV 2026,” ungkapnya.
Terkait Integrasi BUMN Karya, Wiwi menegaskan, hal tersebut merupakan aksi korporasi dari pemegang saham. Waskita selaku objek akan mengikuti semua arahan terkait dengan seluruh hal yang diperlukan dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Saat ini, perusahaan tengah melakukan assessment atas yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan proses integrasi tersebut.
“Termasuk assessment seluruh aset dan liabilitas agar dapat mengukur kondisi perusahaan dalam menentukan skema dan struktur yang pas dalam proses tersebut dan tetap memperhatikan tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













