kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Wall Street turun karena adanya spekulasi revisi estimasi pertumbuhan AS


Selasa, 05 Maret 2019 / 06:10 WIB
Wall Street turun karena adanya spekulasi revisi estimasi pertumbuhan AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street mengawali pekan ini di area negatif akibat laporan belanja konstruksi yang melemah. Padahal, Senin (4/3) pagi indeks utama Wall Street sempat menguat akibat adanya laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China bisa mencapai kesepakatan dagang pada 27 Maret.

Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,79% ke 25.819. Indeks S&P 500 turun 0,39% ke 2.792. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,23% ke 7.577.

Belanja konstruksi AS turun secara tak terduga pada Desember lalu. Investasi proyek swasta dan publik menurun, yang memicu spekulasi bahwa pemerintah AS akan menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat.

Sebelum turun, bursa sempat menguat di awal perdagangan karena adanya laporan bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan sebelum tutup buku kuartal pertama ini. Negosiasi dagang kedua negara dengan ekonomi terbesar ini terus menggerakkan pasar sejak tahun lalu.

"Pasar memperkirakan adanya kesepakatan dagang dengan China, jadi hari ini yang terjadi adalah sell on news," kata Alicia Levine, chief strategist BNY Mellon Investment Management kepada Reuters.

Sejak awal tahun, Dow Jones masih tercatat menguat hingga 10,86%. S&P 500 naik lebih tinggi, hingga 11,41%. Bahkan, indeks Nasdaq melaju 14,20% sejak awal tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×