kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Wall Street terpeleset harga minyak mentah


Kamis, 23 Oktober 2014 / 06:45 WIB
ILUSTRASI. Ini prakiraan cuaca di Bekasi, Depok dan Bogor pada Kamis (11/5). foto: Tribunnews/Jeprima


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah untuk perdagangan Rabu (22/10). Sektor saham energi memimpin penurunan di tengah tekanan harga minyak mentah dunia. 

Standard & Poor's 500 Index terpeleset 0,7% menjadi 1.927,11 pada pukul 4 sore waktu setempat. Dow Jones Industrial Average turun 153,49 poin atau 0,9% ke 16.461,32. Indeks Nasdaq juga merosot 0,8%. 

Penurunan harga minyak sebesar 2,4% ke level US$ 80,52 per barel, merupakan level terendah selama dua tahun terakhir. Saham-saham berbasis energi ikut terseret turun 1,7%.

Cimarex Energy Co dan Helmerich & Payne Inc kehilangan lebih dari 4,6% dan memimpin penurunan di antara 43 saham energi di S&P. Harga minyak mentah tertekan setelah Amerika Serikat mengumumkan cadangan minyak naik 7,11 juta barel pekan lalu.

Penurunan saham energi menutup kenaikan saham yang ditopang laporan keuangan positif. Yahoo misalnya menguat 4,5% setelah mengumumkan pendapatan US$ 1,18 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis Wall Street yaitu US$ 1,14 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×