kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.765   -53,00   -0,30%
  • IDX 6.200   192,59   3,21%
  • KOMPAS100 824   30,38   3,83%
  • LQ45 619   21,35   3,57%
  • ISSI 212   6,09   2,95%
  • IDX30 351   11,76   3,47%
  • IDXHIDIV20 432   14,27   3,42%
  • IDX80 93   3,39   3,78%
  • IDXV30 116   3,08   2,72%
  • IDXQ30 113   3,54   3,25%

Wall Street menunggu arah kebijakan The Fed dan stimulus dari Kongres


Rabu, 16 Desember 2020 / 21:41 WIB
ILUSTRASI. Wall Street hanya bergerak tipis-tipis pada awal perdagangan Rabu (16/12). Efek distribusi vaksin corona di Amerika Serikat (AS) sedikit mereda.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street hanya bergerak tipis-tipis pada awal perdagangan Rabu (16/12). Efek distribusi vaksin corona di Amerika Serikat (AS) sedikit mereda.

Pada pukul 21.36 WIB, Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,01% ke 30.196. Sedangkan Nasdaq Composite menguat tipis 0,03% ke 12.597.

Pasar saham berharap Federal Reserve akan menegaskan kebijakan moneter longgar dari pertemuan terakhir The Fed untuk tahun ini. Di sisi lain, para pemimpin Kongres AS melaporkan kemajuan substansial menuju RUU anggaran pada Selasa malam.

Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati nol. Pasar juga mengantisipasi pembaruan tentang program pembelian obligasi oleh The Fed.

Baca Juga: IHSG diramal lanjut menguat, cermati rekomendasi saham untuk Kamis (17/12)

Campuran kebijakan suku bunga rendah dan peningkatan likuiditas telah mencerahkan prospek pasar saham. Wall Street menguat dengan kabar apa pun menuju stimulus baru dalam beberapa pekan terakhir.

"Mereka mungkin belum mencapai kesepakatan, tetapi pasti menuju ke arah yang benar dan semacam kesepakatan akan segera diumumkan," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York kepada Reuters.

Baca Juga: IHSG bisa terbang menuju 7.250 pada tahun depan

Cardillo menambahkan, pasar akan melihat program pembelian obligasi oleh The Fed. "Fokus utamanya adalah jika Fed menunjukkan kemunduran dalam menggunakan alatnya," ujar dia.

Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel AS turun 1,1% pada November. Ini adalah penurunan bulan kedua berturut-turut. Penurunan ini kemungkinan terbebani oleh infeksi Covid-19 gelombang baru dan penurunan pendapatan rumah tangga.

Baca Juga: Indeks dolar melemah, rupiah punya harapan menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×