kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45898,75   -27,98   -3.02%
  • EMAS1.327.000 1,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street menguat setelah investor lebih optimistis terhadap perbaikan ekonomi


Jumat, 15 Mei 2020 / 05:56 WIB
Wall Street menguat setelah investor lebih optimistis terhadap perbaikan ekonomi
ILUSTRASI. Tiga indeks utama Wall Street berhasil menguat pada penutupan perdagangan Kamis (14/5)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street berhasil kembali menguat setelah investor lebih optimistis melihat prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Tiga indeks utama kompak perkasa pada penutupan perdagangan Kamis (14/5). Dow Jones Industrial Average menguat 377,37 poin atau 1,62% menjadi 23.625,34, S&P 500 naik 32,5 poin atau 1,15% ke 2.852,5 dan Nasdaq Composite menambahkan 80,55 poin atau 0,91%, ke posisi 8.943,72.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, 10 sektor kecuali sektor konsumen pokok ditutup menguat, dengan perusahaan keuangan dan energi menikmati persentase kenaikan terbesar.

Baca Juga: Saham Wall Street dibuka memerah didorong pelemahan ekonomi akibat wabah virus corona

Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai potensi stimulus tambahan menjadi angin segar bagi investor. Terlebih setelah adanya peringatan bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut akan jatuh ke jurang resesi terburuk sejak Perang Dunia Kedua. 

Dibukanya kembali ekonomi AS akan menjadi taruhan apakah data ekonomi AS tetap suram di masa depan. "Pasar ini adalah pertempuran kerangka waktu," kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York. 

Lebih lanjut Chriskey bilang, pasar pun percaya AS akan mendapatkan vaksin dalam waktu yang tepat dan ekonomi tidak akan sepenuhnya berantakan serta pengangguran tidak akan jatuh lebih dalam daripada yang terjadi saat ini. 

Selain itu, keputusan Mahkamah Agung Wisconsin yang menolak perintah penguncian yang dilakukan gubernur, memicu harapan bahwa pembatasan yang diamanatkan dapat dicabut lebih cepat.

Walau begitu, seorang pejabat kesehatan yang gagal bersaksi di hadapan panel Dewan Perwakilan AS menyebut, Negeri Paman Sam berpotensi menghadapi "musim dingin yang paling gelap" jika responsnya terhadap pandemi gagal membaik.

Tetapi pasar saham AS juga masih dibayangi komentar Trump yang menyalahkan China atas wabah virus corona. Hal ini diprediksi dapat menghidupkan kembali perang dagang yang sempat mereda.

Baca Juga: Kecewa berat! Trump tak mau bicara dengan Xi dan bisa putuskan hubungan China  

Jika perang dagang antara dua negara adikuasa ini kembali terjadi, ekonomi global diperkirakan akan rusak bahkan ketika pelonggaran penguncian dilakukan. 

Kerusakan ekonomi AS akibat penguncian pun sudah terlihat pada data tenaga kerja. Terbaru, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim pengangguran baru di minggu lalu bertambah 3 juta. Ini membuat klaim pengangguran dalam tujuh minggu terakhir sudah capai 36 juta.

Di sisi lain, pada laporan kinerja untuk periode Januari-Maret 2020 telah memasuki tahap akhir.  Sudah ada 451 perusahaan yang berada di indeks S&P 500 melaporkan. 

Menurut data Refinitiv, jumlah tersebut, sekitar 66,7% berhasil mengalahkan konsensus. Secara agregat, pendapatan untuk tiga bulan pertama tahun ini terlihat turun 12,1% dari kuartal tahun lalu, pembalikan tajam dari pertumbuhan tahunan 6,3% yang terlihat pada 1 Januari.

Baca Juga: Mulai hari ini, Malaysia izinkan lagi salat berjemaah di masjid tapi...

Cisco Systems Inc ditutup naik 4,5% setelah laba perusahaan naik didorong oleh lonjakan permintaan untuk peralatan untuk memperkuat jaringan kegiatan work from home

Volume pada perdagangan di Wall Street mencapai 11,81 miliar saham. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 11,45 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×