kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,15   -10,44   -1.05%
  • EMAS999.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Wall Street Menguat Jumat (2/9) Setelah Melorot Sepekan Terakhir


Jumat, 02 September 2022 / 21:33 WIB
Wall Street Menguat Jumat (2/9) Setelah Melorot Sepekan Terakhir
ILUSTRASI. Penguatan Wall Street ditopang oleh data pekerjaan bulan Agustus yang lebih kuat daripada perkiraan.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat jelang akhir pekan. Penguatan Wall Street ditopang oleh data pekerjaan bulan Agustus yang lebih kuat daripada perkiraan.

Jumat (2/9) pukul 21.25 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,69% ke 31.873. Indeks S&P 500 menguat 0,31% ke 3.979. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,74% ke 11.871.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 315.000 pekerjaan bulan Agustus setelah melonjak 526.000 pada Juli. Penghasilan per jam rata-rata naik 0,3% dibandingkan dengan ekspektasi 0,4%. Sementara itu, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7% dari level terendah sebelum pandemi sebesar 3,5%.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,34% Pada Jumat (2/9), IHSG Masih Akan Konsolidasi

Data ketenagakerjaan yang dirilis hari ini mendukung pandangan bahwa ekonomi AS berada pada pijakan yang kuat. Data tersebut mengurangi tekanan pada Federal Reserve yang ingin mendinginkan permintaan tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan untuk membawa inflasi kembali ke target 2%.

Pertumbuhan upah yang lebih lambat dari perkiraan menambah data terbaru yang menunjukkan tekanan harga yang mereda. Fokus pasar saham sekarang beralih ke laporan harga konsumen Agustus yang akan dirilis pertengahan bulan. Laporan inflasi ini akan menjadi petunjuk potensi kenaikan suku bunga berikutnya.

"Pesan dasarnya adalah pasar tenaga kerja mungkin mulai mendingin dan The Fed mungkin tidak perlu bergerak begitu agresif," kata David Page, kepala penelitian makroekonomi di AXA Investment Managers kepada Reuters.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Kembali Sideways di Kisaran 7.080 sampai 7.200 pada Senin (5/9)

Para trader melihat peluang 75% kenaikan suku bunga 75 basis poin ketiga berturut-turut pada bulan September. Para trader pun memperkirakan suku bunga acuan Fed Funds Rate mencapai puncaknya 3,90% pada Maret 2023.

Kekhawatiran pengetatan kebijakan agresif telah mencengkeram Wall Street baru-baru ini. Indeks acuan S&P 500 terjun hampir 5,6% dalam lima hari terakhir setelah pandangan hawkish bulat oleh pembuat kebijakan tentang kenaikan suku bunga. Ketiga indeks utama ditetapkan untuk kerugian mingguan ketiga berturut-turut, dengan Nasdaq yang sarat teknologi turun 2,9%.

Saham teknologi dan pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga seperti Amazon.com, Nvidia Corp dan Microsoft Corp melonjak dalam perdagangan premarket karena imbal hasil Treasury AS tergelincir setelah laporan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×