kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street menghijau, S&P dan Nasdaq cetak rekor setelah buruh China kembali kerja


Selasa, 11 Februari 2020 / 05:50 WIB
Wall Street menghijau, S&P dan Nasdaq cetak rekor setelah buruh China kembali kerja

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup menghijau pada akhir perdagangan Senin (10/2). Bahkan, S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertingginya seiring mulai beroperasinya pabrik dan para pekerja di China setelah libur panjang tahun baru Imlek dan wabah virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 174,31 poin atau 0,60% ke 29.276,82, S&P 500 naik 24,38 poin atau 0,73% ke 3.352,09 dan Nasdaq Composite naik 107,88 poin atau 1,13% ke 9.628,39.

Rata-rata saham utama AS menguat, didorong oleh para pemimpin indeks yakni Amazon.com, Microsoft Corp dan Alphabet Inc.

Baca Juga: Wall Street stabil, investor masih mencermati risiko wabah virus corona

Kekhawatiran terhadap virus corona membuat para pelaku pasar tetap cemas, dengan jumlah kematian yang terus meningkat menjadi lebih dari 908. Bahkan, WHO memperingatkan bahwa kasus-kasus penyebaran virus corona di luar China bisa menjadi percikan api yang bisa menimbulkan api yang lebih besar.

Tetapi, musim laporan keuangan emiten yang optimis, data ekonomi yang positif serta stimulus di China baru-baru ini telah menarik investor kembali ke pasar saham AS.

"Uang yang disuntikkan China ke dalam ekonominya menemukan jalannya di seluruh dunia, dan Anda memiliki mentalitas beli apa saja dan segalanya," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management seperti dikutip Reuters.

"Ini adalah pembelian indeks dan pertumbuhan nilainya." 

"AS melihat sejumlah pertumbuhan ekonomi," imbuh Nolte. 

Menurutnya, saham-saham AS adalah yang paling bagus di antara saham-saham jelek secara global, dan itu menjadi alasan lain investor untuk memborong saham AS.

Baca Juga: Wall Street dibuka terkoreksi, terseret Apple gara-gara wabah virus corona

Saham Tesla Inc naik 3,1% setelah pabriknya di Shanghai melanjutkan produksinya, dan pembuat iPhone Foxconn memulai kembali pabrik utama di China dengan 10% dari tenaga kerjanya.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 6,60 miliar saham, dengan rata-rata 7,88 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.




TERBARU

Close [X]
×