kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,53   -0,20   -0.03%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wall Street mencetak rekor baru menyambut kesepakatan dagang AS-China


Jumat, 10 Januari 2020 / 06:22 WIB
Wall Street mencetak rekor baru menyambut kesepakatan dagang AS-China
ILUSTRASI. Wall Street kembali menguat pada Kamis (9/1).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street kembali menguat pada Kamis (9/1). Tak cuma menguat, tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) mencapai rekor penutupan perdagangan tertinggi.

Kemarin, Dow Jones Industrial Average naik 0,74% ke 28.956,90. Indeks S&P 500 menguat 0,67% ke 3.274,70. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,81% ke 9.203,43.

Rekor bursa saham ini kembali tercatat akibat optimisme kesepakatan dagang AS-China. Kementerian Perdagangan China mengungkapkan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan menandatangani kesepakatan fase satu di Washington pekan depan. 

Baca Juga: Kesepakatan dagang AS-China diteken pekan depan, Wall Street catatkan rekor tertinggi

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai negosiasi fase dua segera. Tapi penyelesaian kesepakatan ini akan terjadi setelah pemilihan presiden November mendatang.

"Sejumlah kekhawatiran pasar sudah tersisihkan," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa di semester pertama ini, likuiditas mengalir deras ke pasar.

Kemarin, harga saham Apple Inc pun melonjak 2,1% setelah perusahaan ini mengumumkan penjualan iPhone di China yang melonjak lebih dari 18% pada bulan Desember. 

Pekan depan, emiten bursa AS akan mulai merilis laporan keuangan kuartal keempat. Analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 akan turun 0,6%. Ini adalah penurunan dalam dua kuartal berturut-turut.

Baca Juga: Pekan depan, Wakil Perdana Menteri China akan teken kesepakatan dagang di Washington

Sentimen positif lainnya adalah meredanya tensi antara AS-Iran. Sementara itu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan akan mencari tahu penyebab kecelakaan pesawat Ukraina di Iran yang menewaskan 176 orang, termasuk 63 warga Kanada. 

Trudeau yang mengutip intelijen Kanada mengatakan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh rudal Iran. Pesawat ini baru terbang dua menit setelah lepas landas dari Tehran. Sementara Iran membantah telah menembakkan rudal ke pesawat tersebut. 




TERBARU

Close [X]
×