kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Wall Street memerah jelang risalah The Fed


Rabu, 17 Agustus 2016 / 21:24 WIB
Wall Street memerah jelang risalah The Fed


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Membuka perdagangan Rabu (17/8), Wall Street tergelincir menjelang risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada Juli lalu. Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial turun 0,37% atau 68,24 poin ke level 18.483,78 di mana saham Apple memimpin pelemahan.

Sementara, indeks S&P 500 terkoreksi 0,31% atau 6,68 poin ke level 2.171,38, dan indeks komposit Nasdaq turun 0,34% atau 17,94 poin ke level 5.209,02, setelah sempat diperdagangkan sedikit lebih tinggi.

"Tentu saja semua fokus pada risalah pertemuan FOMC dan apakah nada akan cukup hawkish untuk mendapatkan pasar yang siap untuk kenaikan suku bunga Desember,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di First Standard Keuangan.

Rencananya, risalah pertemuan The Fed Juli akan diumumkan pada pukul 02.00 siang waktu setempat. Saat ini, pelaku pasar tengah mencari tanda-tanda dan petunjuk tentang kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan, khususnya setelah komentar hawkish para petinggi The Fed.

“Kami mendapatkan beberapa petinggi The Fed mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga akan segera dilakukan, tetapi saya tidak berpikir The Fed akan menaikkan suku bunga pada September nanti,” kata ekonom First Standard Financial Cardillo.

Sebelumnya, Gubernur Fed New York William Dudley mengatakan, kenaikan suku bunga bisa datang bulan depan. Sementara itu, Gubernur Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan, ekonomi AS cukup kuat untuk menahan setidaknya satu peningkatan tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×