kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wall Street melorot, terseret memburuknya data bisnis dan kekhawatiran virus corona


Sabtu, 22 Februari 2020 / 05:47 WIB
Wall Street melorot, terseret memburuknya data bisnis dan kekhawatiran virus corona
ILUSTRASI. Ilustrasi Wall Street.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup memerah pada akhir perdagangan Jumat (21/2) dipicu lonjakan kasus baru virus corona dan data aktivitas bisnis yang melorot memicu kekhawatiran investor tentang prospek pertumbuhan ekonomi. 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 227,57 poin atau 0,78% ke 28.992,41, S&P 500 turun 35,48 poin atau 1,05% ke 3.337,75 dan Nasdaq Composite turun 174,38 poin atau 1,79% ke 9.576,59.

Baca Juga: Wall Street anjlok, harga emas terbang karena buruknya data ekonomi AS

Selama sepekan, indeks Dow Jones turun 1,4%, S&P 500 turun 1,3% dan Nasdaq Composite turun 1,6% dan menjadikannya sebagai persentase penurunan mingguan terbesar dalam tiga pekan.

Mengutip Reuters, China melaporkan lonjakan kasus baru virus corona pada Jumat, sementara Korea Selatan menjadi hot spot terbaru dengan 100 kasus baru dan lebih dari 80 orang dinyatakan positif terkena virus corona di Jepang.

Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Virginia seperti dikutip Reuters mengatakan, kondisi ini menjadi kartu liar bagi perusahaan dan investor. 

"Orang-orang menarik dananya dan berakhir pekan tak lama setelah pasar saham mencapai titik tertinggi," katanya.

Apple pada awal pekan ini mengeluarkan peringatan penjualan seiring dampak wabah virus corona.

Sementara itu, indeks IHS Markit Purchasing Managers dari aktivitas sektor jasa turun ke level terendah sejak Oktober 2013, menandakan kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016. Sektor manufaktur juga mencatat pembacaan terendah sejak Agustus.

Baca Juga: Sektor jasa dan manufaktur AS merosot di bulan Februari

Volume perdagangan saham di AS mencapai 8,28 miliar saham, dengan rata-rata 7,66 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

 




TERBARU

Close [X]
×