kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wall Street anjlok, harga emas terbang karena buruknya data ekonomi AS


Jumat, 21 Februari 2020 / 22:11 WIB
Wall Street anjlok, harga emas terbang karena buruknya data ekonomi AS
ILUSTRASI. Pada Jumat (22/02) pukul 22.02 WIB, harga emas spot sudah berada di US$ 1.645,04 per ons troi, melonjak 1,57% dalam sehari

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street merosot pada awal perdagangan hari ini. Jumat (21/2) pukul 21.58 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,84% ke 28.972.

Indeks S&P 500 turun turun 0,78% ke 3.347. Nasdaq Composite merosot hingga 1,25% ke 9.629.

Saham-saham teknologi menyeret Wall Street ke zona merah di hari kedua. Pasar saham masih gugup dengan potensi dampak ekonomi virus corona yang meluas. Penurunan bursa efek ini terjadi di tengah lonjakan harga emas.

Baca Juga: Morgan Stanley bersiap akuisisi E*Trade senilai US$ 13 miliar

Pada Jumat (22/02) pukul 22.02 WIB, harga emas spot sudah berada di US$ 1.645,04 per ons troi, melonjak 1,57% dalam sehari. Harga emas ini menguat dalam empat hari perdagangan berturut-turut sejak Selasa.

Dalam empat hari perdagangan, harga emas melonjak 4,05%.

Tak cuma kekhawatiran virus corona, Wall Street pun tertekan data sektor manufaktur dan jasa Amerika Serikat (AS) yang stagnan di bulan Februari.

Baca Juga: IHSG merosot 6,62% sejak awal tahun, simak saham-saham pilihan berikut

Purchasing managers' index (PMI) sektor jasa AS turun ke 49,4 pada bulan Februari. Ini adalah level terendah sejak Oktober 2013. Sektor yang mengontribusi dua pertiga ekonomi AS ini menunjukkan kontraksi untuk pertama kali sejak 2016.

PMI sektor jasa ini pun jauh lebih rendah ketimbang prediksi polling Reuters pada 53, hanya turun tipis dari posisi Januari yang sebesar 53,4.

Sementara PMI sektor manufaktur berada di 50,8, level terendah sejak Agustus tahun lalu, dan turun dari 51,9 pada bulan Januari. Angka ini pun lebih rendah ketimbang prediksi ekonom pada 51,5.




TERBARU

Close [X]
×