kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Wall Street melorot, Nasdaq memimpin penurunan bursa AS


Rabu, 23 Januari 2019 / 06:06 WIB
Wall Street melorot, Nasdaq memimpin penurunan bursa AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street melorot pada perdagangan Selasa (22/1) setelah libur sehari di awal pekan. Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 1,22% ke 24.404.

Indeks S&P 500 turun 1,42% dan ditutup pada 2.632,90. Indeks Nasdaq mencetak penurunan terbesar, yakni 1,91% dalam sehari ke level 7.020.

Wall Street menghentikan reli kenaikan dalam empat hari berturut-turut sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global yang diramal melambat, belum terangnya penyelesaian perang dagang, serta prediksi kinerja emiten yang mengecewakan menjadi sentimen negatif pada perdagangan yang berakhir tadi pagi.

Indeks saham melorot setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyangkal laporan Financial Times bahwa pemerintahan Trump membatalkan pembicaraan dagang dengan China. Laporan ini muncul di tengah pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF.

"Tampaknya sangat banyak kabar buruk akan ekonomi global dan China. Laporan laba emiten tidak mampu menutup kabar buruk ini," kata Chuck Carlson, chief executive officer Horizon Investment Service kepada Reuters.

Pekan ini, emiten bursa akan mulai merilis laporan keuangan. Asa kekhawatiran bahwa laba korporasi melambat di kuartal keempat dan emiten akan menyajikan proyeksi kinerja selanjutnya yang lebih pesimistis. "Akan akan perlawanan antara rilis laporan kuangan dan persepsi pasar terhadap China dan pasar global," imbuh Carlson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×