kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Wall Street melesat menjelang pergerakan ekonomi AS, S&P 500 tembus 3.000


Kamis, 28 Mei 2020 / 06:35 WIB
Wall Street melesat menjelang pergerakan ekonomi AS, S&P 500 tembus 3.000
ILUSTRASI. Pialang menggunakan masker saat bekerja di hari pertama perdagangan langsung sejak penutupan akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19) di lantai bursa Bursa Saham New York (NYSE) di New York, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2020). Wall Street masih kuat

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street masih kuat menanjak hingga pertengahan pekan ini. Rabu (27/5), Dow Jones Industrial Average melesat 2,21% ke 25.548. 

Indeks S&P 500 naik 1,48% ke 3.036. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,77% ke 9,412. 

Kelanjutan pelonggaran dari lockdown menjadi optimisme perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS). Selain itu, harapan adanya vaksin corona dan stimulus jumbo AS menjadi penyokong utama bursa saham selama ini. 

Baca Juga: New Normal Masih Menjadi Amunisi Bagi Penguatan IHSG Hari Ini (28/5)

Kemarin, Walt Disney mengumumkan rencana untuk membuka resor Walt Disney World di Florida, taman terbesar di dunia dalam fase yang dimulai 11 Juli. Sementara MGM Resorts mengatakan akan membuka empat kasino Las Vegas pada 4 Juni.

"Ini adalah masalah likuiditas dan harapan bahwa ekonomi pada akhirnya akan membaik," kata Peter Cardillo, chief market economist Spartan Capital Securities kepada Reuters

Dia menambahkan bahwa reli pasar saham akan berlanjut. "Tapi tentu saja disertai dengan sejumlah koreksi," ujar dia.

Cardillo mengatakan bahwa kinerja emiten kuartal kedua akan memberikan pandangan yang sesungguhnya bagi investor.

Baca Juga: Simak prospek tiga emiten perbankan yang masuk 10 besar big cap?

Selasa (26/5), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebelum akhir pekan, AS akan mengumumkan respons atas rencana China menerapkan undang-undang keamanan nasional  di Hong Kong. Kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Hong Kong tidak lagi memiliki perlakuan khusus di bawah aturan AS seperti ketika saat di bawah Inggris. Hal ini akan menjadi tantangan bagi status Hong Kong sebagai pusat finansial utama.

Sementara laporan Beige Book bank sentral AS Federal Reserve menunjukkan bahwa bisnis di AS masih tertekan dampak epidemik virus corona hingga pertengahan Mei. Tapi, dua sinyal negatif ini tidak mampu menghentikan kenaikan pasar saham pada perdagangan kemarin.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×